Rakyat Indonesia Menolak Pencabutan Subsidi Listrik!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Teruntuk Bapak/Ibu Pejabat Energi Listrik di pemerintah maupun di PLN,

Salam hangat,
Semoga kesehatan selalu tercurahlimpahkan kepada Bapak/Ibu sekalian.

Izinkan kami mahasiswa untuk bercerita, menyampaikan curahan hati kepada Bapak/Ibu sekalian, mewakili Rakyat Indonesia yang sedang gundah gulana menerima kenyataan bahwa subsidi listrik dicabut.

Sejak awal tahun ini, Bapak/Ibu mencabut subsidi listrik kepada kami,
Kami merasa sedih bercampur kesal, Pak, Bu. 
Sedih rasanya, membayangkan pengeluaran bulanan kami akan bertambah besar,
Kesal, karena merasa Bapak/Ibu belum memperhatikan keberlangsungan hidup kami (rakyat).

Bapak/Ibu, kami hanyalah orang biasa, bukan seperti Bapak/Ibu yang berpenghasilan bilangan juta di atas kami, untuk mencukupi pengeluaran kebutuhan makan kami saja sudah berat, bagaimana jika pengeluaran kami ditambah dengan biaya listrik yang lebih besar karena subsidi listrik dicabut?

Sejak dicabutnya subsidi listrik selama tahun ini, saat ini, kami cuma bisa makan nasi dengan tempe dan sayur. Itupun syukur.. bersyukur Ahamdulillah. Namun, Pak/Bu, sesak rasanya dada ini memikirkan bagaimana seandainya esok harga tempe sudah melambung tinggi, harga sayur sudah melambung tinggi, atau bahkan beras sudah tak lagi mampu kami beli. Karena listrik mahal membuatnya serba menjadi mahal.

Ketika subsidi listrik ini dicabut, kami khawatir seluruh kebutuhan pokok lainnya pun akan naik.

Ibarat kata, sudah jatuh, tertimpa tangga pula.
Keluarga kami adalah keluarga sederhana dengan penghasilan pas-pasan. Bapak/Ibu masih tidak percaya? Tengoklah sekejap Pak/Bu. Turun saja sedikit. Mengapa Bapak/Ibu menganggap kami mampu dengan cara mencabut subsidi listrik kami?

Apakah yang Bapak/Ibu cari hanya pemasukan perusahaan dan negara semata?

Listrik itu energi universal yang tidak langka, lalu mengapa harganya subsidinya harus dicabut dan tarifnya naik sepanjang tahun ini?

Kami tidak percaya apabila Bapak/Ibu berdalih bahwa pencabutan subsidi listrik ini adalah untuk pemerataan jaringan listrik sampai ke pelosok Indonesia.

Seharusnya Bapak/Ibu-lah yang menganggarkan anggaran pemerataan jaringan listrik sampai ke pelosok Indonesia tersebut dari dana APBN yang ada, bukan malah mengorbankan kami! Rakyat biasa yang berpenghasilan apa adanya ini.

Kehidupan puluhan juta keluarga pelanggan listrik ini tergantung Bapak/Ibu. Hati-hati, Bapak/Ibu, apabila Bapak/Ibu berlaku dzalim kepada kami (rakyat biasa), maka ada Tuhan yang maha adil. biarkanlah Tuhan membalasnya di akhirat.

Maka, atas nama seluruh Rakyat Indonesia, kami menyatakan MENOLAK PENCABUTAN SUBSIDI LISTRIK!

Kembalikanlah subsidi kepada seluruh pelanggan listrik golongan 900VA kembali seperti semula!
Ketika harga tarif dasar listrik hanya sekitar Rp. 605 s.d. 791 per kWh.

Atas nama Rakyat Indonesia,

Ttd.

Wildan Wahyu Nugroho
Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia

 



Hari ini: BEM Seluruh Indonesia mengandalkanmu

BEM Seluruh Indonesia membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Rakyat Indonesia Menolak Rakyat Indonesia Menolak Pencabutan Subsidi Listrik!". Bergabunglah dengan BEM Seluruh Indonesia dan 2.187 pendukung lainnya hari ini.