Berikan stimulus untuk dunia pendidikan!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


“Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang” - Ir. Soekarno

Kaget kan, perkataan Presiden Soekarno sekarang mungkin ada benarnya, banyak anak-anak Indonesia yang bermimpi setinggi langit, literally bermimpi, tidak ada makna yang tersirat yang mengartikan bahwa "Mimpi" artinya meraihnya dengan usaha dan kerja keras. Mereka sekarang sedang bermimpi dalam tidurnya, berifkir keras apakah semester depan masih dapat melanjutkan pendidikan? atau kembali bermimpi dan bangun setelah wabah ini selesai (yang tidak tahu kapan) lalu melanjutkan pendidikannya (itupun jika masih mampu)

Wabah Covid-19 memang membuat semua lini menjadi terganggu, namun pemerintah Indonesia sepertinya lupa dengan nasib lebih dari 150 Juta Mahasiswa dan peserta didik (databooks.katadata.co.id) yang merasakan dampaknya juga, terlebih angka diatas belum termasuk para pendidik.

Sudah banyak berita yang menyatakan bahwa sekolah-sekolah mengalami dilema, mereka harus membayar guru honor, namun tidak diperbolehkan memungut biaya dari orang tua/wali siswa. Perguruan tinggi (swasta dan negeri) dituntut para aktivis, karena para Rektor tidak kunjung menerbitkan kebijakan kuliah/SPP/UKT (Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2017). Namun para Rektor pun kebingungan karena memang PTN/PTS jarang mempunyai dana cadangan untuk menutupi subsidi biaya kuliah/SPP/UKT, terlebih ada banyak staff, dosen, dan karyawan yang tetap harus dibayarkan gajinya, belum lagi jika memang PTN/PTS tersebut dalam keadaan defisit. 

Stimulus pertama yang diberikan sebesar Rp405,1 Trilliun Rupiah sama sekali tidak menyentuh dunia pendidikan, bahkan yang dipotong adalah bagian dunia pendidikan. Stimulus bagi dunia pendidikan sangatlah penting agar dunia pendidikan di Negeri ini tidak jauh lebih mundur dari sebelumnya, agar bonus demografi yang akan (mungkin telah) kita rasakan tidak sia-sia, agar penelitian yang mungkin puluhan tahun telah dilaksanakan tidak menjadi tumpukan kertas belaka, agar pada 100 Tahun kemerdekaan Indonesia nanti, negara ini telah dalam keadaan yang maju. 

Untuk itulah Kami mendesak, Presiden Republik Indoenesia, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta Komisi X DPR Republik Indonesia untuk segera memberikan stimulus bagi dunia pendidikan.

Terakhir, seluruh opini diatas adalah pendapat personal tanpa ada paksaan dari pihak manapun, penulis hanya ingin para pemangku jabatan diatas dapat melihat bahwa dengan pendidikan kita dapat merubah dunia. Jika fokus pemerintah saat ini adalah lapangan pekerjaan, seseorang dapat mudah bekerja jika sudah terdidik dan pedidikan itu harus merata dari dasar hingga tinggi serta memerlukan waktu, bukan malah diberti kartu yang belum tentu efektifitasnya nomor satu.

Referensi:
BEM Seluruh Indonesia
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/05/mahasiswa-bisa-minta-keringanan-ukt-dengan-mengajukan-perubahan-data-ekonomi
https://www.beritasatu.com/nasional/627655-terdampak-covid19-56-sekolah-swasta-kesulitan-biaya-pendidikan
https://edukasi.kompas.com/read/2020/04/29/151626771/kuota-dan-uang-kuliah-jadi-kendala-mahasiswa-di-tengah-wabah-covid-19?page=all
https://mediaindonesia.com/read/detail/308801-menag-batal-beri-diskon-spp-mahasiswa-ptkin-ini-alasannya