Petani Kecil Yang Teraniaya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Desa Pagar Batu adalah desa terpencil yang terletak di Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Dikatakan terpencil karena harus menyebrangi Jembatan gantung sepanjang lebih kurang 300 Meter untuk sampai kesana. Pekerjaan masyarakat Pagar Batu dulu dan sekarang adalah petani. Tapi sayang generasi saat ini menjadi petani sudah sangat tidak mungkin melihat lahan garapan sudah tidak ada lagi. Bukan tanpa alasan yakni pada tahun 1993 yakni masa Orde Baru perusahaan yang berdomisili di jakarta yakni PT Arta Prigel yang merupakan perusahaan perkebunan sawit datang ke desa Pagar Batu memaksa menggarap lahan warga. Dalam hal ini mau tidak mau warga harus menyerahkan lahannya dan tentu akhirnya warga menyerahkannya. Bukan berarti warga tidak melawan, tapi apa daya perusahaan perkebunan mengerahkan anggota TNI untuk menyapu bersih lahan tersebut dengan alat berat. Diketahui saat ini bahwa luasan lahan yang diambil oleh perusahaan adalah seluas 180.36 Ha.

Pada tahun 2017 masyarakat yang selama ini geram dengan tindak tanduk perusahaan tersebut akhirnya bangkit melawan dan mencoba mengusir perusahaan tersebut. Tahun 2020 yakni tanggal 21 maret, 2 warga tewas (Alm. Suryadi bin Amran dan Alm. Putra Bakti bin Burlian) dan 2 lagi terluka (Sumarlin dan Lion) akibat tusukan pisau security perusahaan. 1 diantara korban yakni Suryadi meninggalkan istri dan 2 orang anak. Sedangkan Alm. Putra Bakti masih berstatus bujangan yang meninggalkan kedua orang tua yang telah berumur.

Perjuangan ini sudah hampir 3 tahun lamanya namun apa daya sampai hari ini tanah tersebut belum bisa kembali ke tangan warga walaupun sudah memakan korban jiwa. Dan pelaku penusukan juga sampai hari ini baru 1 orang yang tertangkap dan yang lainnya masih belum tertangkap.

Melihat hal ini, kami selaku masyarakat Desa Pagar Batu berharap ada tindakan tegas dari pemerintah untuk segera mengambil langkah kongkrit penyelesaian konflik khususnya Pemda Lahat. Selain itu juga berharap besar kepada Presiden Jokowi Dodo dapat memberikan solusi untuk kasus ini. Mengingat dalam keterangan Bupati Lahat yakni Cik Ujang, beliau tidak berani untuk bisa menyelesaikan kasus ini karena kekuatan perusahaan yang super power yang mana tergabung dalam grup besar usaha perkebunan kelapa sawit (Group Sawit Mas).

Untuk itu kami meminta kepada Yth :

  1. BAPAK PRESIDEN JOKO WIDODO.
  2. BAPAK GUBERNUR SUMSEL HERMAN DERU.
  3. BAPAK BUPATI LAHAT CIK UJANG.
  4. LINGKUP ISTANA
  5. DPR RI
  6. JAJARAN PEMERINTAHAN

Untuk dapat segera menyelesaikan permasalahan ini. Keinginan warga hanya satu yakni "Kembalikan Lahan Seluas 180.36 Ha tersebut". Hanya itu dan cukup itu.

Selain itu kami berharap besar kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat membantu menyebarkan petisi ini agar bisa sampai ke telinga Bapak Presiden Jokowi Dodo di Istana Negara. Atas perhatiannya kami masyarakat Desa Pagar Batu yang merasa terzolimi atas tindak tunduk PT Arta Prigel mengucapkan ribuan Terima kasih kepada para pembaca.

Hormat saya, 

Luki Ferliansyah