Pecat Wiranto Dari Jabatan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Bencana alam berupa gempa bumi dengan kekuatan 6.5 SR yang mengguncang Maluku pada tanggal 26 September 2019 adalah momen duka bagi masyarakat Maluku khususnya dan Indonesia pada umumnya. Hingga petisi ini dibuat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku mencatat jumlah korban jiwa sebanyak 30 orang dan 156 lainnya luka-luka. Selain menimbulkan korban jiwa, gempa bumi ini juga mengakibatkan ribuan rumah rusak. Masih menurut BPBD Promal, tercatat umah rusak di Kota Ambon berjumlah 374 unit dengan rincian 173 rusak ringan (RR), 74 rusak sedang (RS), dan 74 rusak berat (RB). Kerusakan rumah wilayah SBB mencakup 31 RR, 163 RS, dan 106 RB. Hal tersebut mengakibatkan 244.780 orang terpaksa mengungsi demi keselamatan diri.

Situasi berkabung yang terjadi di Maluku ditanggapi terbalik oleh Menkopolhukam Wiranto. Sebagaimana pendapat beliau yang dimuat dalam tautan https://www.suara.com/news/2019/09/30/161522/bebankan-pemerintah-wiranto-minta-pengungsi-gempa-ambon-kembali-ke-rumah. Pendapat ini sungguh menciderai hati nurani warga Maluku yang terdampak langsung. Pasalnya, Pemerintah sebagai wujud kehadiran negara seharunya hadir sebagai penolong bukan justru memberikan komentar sinis di hadapan publik. Istilah “beban pemerintah” yang digunakan oleh Wiranto dalam menilai jumlah pengungsi pada kenyataannya tidak dikenal dalam perangkat regulasi tentang penanggulangan bencana kita. Pernyataan Wiranto sama sekali tidak mengobati trauma rakyat Maluku dan justru dapat mengakibatkan tekanan psikis bagi masyarakat yang terdampak langsung serta menjustifikasi ketidakhadiran pemerintah dalam bencana alam di Maluku. 

Dengan demikian kami meminta Joko Widodo selaku Presiden RI yang berwenang mengangkat dan memberhentikan menteri untuk menertibkan aparatur negaranya dalam hal ini Wiranto selaku Menkopolhukam dengan cara memberhentikan Wiranto dari jabatan publik tersebut. Kami juga menuntut permintaan maaf Wiranto secara terbuka di hadapan rakyat Maluku.

Salam Damai!