Pecat Paspamres Yang Cegah Gubernur Anies Turun Dampingi Jokowi Saat Final Piala Presiden

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Beberapa hari ini masyarakat indonesia nampak heboh mempertontonkan sikap para pemangku negara yang tidak menunjukkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakatnya. Nilai-nilai kebaikan itu tidak nampak dalam video singkat yang lagi viral dimedia sosial saat presiden Jokowi turun menuju podium untuk memberikan ucapan selamat kepada persija atas kemenangan yang diraih tim sepak bola Persija melawan Bali United dalam laga perebutan piala presiden di Jakarta kemarin.

Dalam video yang berdurasi 14 detik itu terlihat jelas berbagai tokoh beringan mendampingi Presiden jokowi menuju podium termasuk Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang menjadi tuan rumah piala bergilir presiden tersebut dibagian belakang. Setelah presiden dan berbagai tokoh melewati pagar pembatas tangga tribun stadion, Tiba-tiba Paspampres menghalangi Mantan Menteri Pendidikan Jokowi itu. Seperti yang terlihat didalam video itu, Keduanya nampak berargument meskipun kita tidak tahu apa yang disampaikan paspampres dan jawaban Anies. Anies mengalah kemudian kembali kearah semula yang memantik simpatik para penonton.

Penomena diatas tentunya mengundang beragam komentar dari masyarakat Indonesia. Terlepas apapun komentar masyarakat itu, Saya menilai penomena itu tidak sepatutnya terjadi, Karena ada sisi yang perlu kita cermati yakni sisi pemerintahan. 

Sebagaimana kita ketahui Gubernur merupakan jabatan politik yang berkedudukan sebagai wakil pemerintah pusat ditingkat provinsi dan bertanggungjawab kepada presiden yang kewenangannya diatur dalam UU No 32 Tahun 2004 dan PP No 19 Tahun 2010. Jadi apapun urusan pemerintahan baik formal maupun informal yang menyangkut agenda pemerintah pusat apalagi presiden hadir disuatu daerah tentunya melibatkan pemerintahan daerah setempat terutama Gubernur untuk mempersiapkan dan mendampingi seorang presiden.

Dalam acara final piala presiden yang berhasil direbut oleh tim Persija semustinya Anies Baswedan selaku Gubernur mendampingi setiap agenda penting dalam randown acara tersebut, mulai dari masuk kearena Stadion hingga mendampingi Presiden Jokowi Menyerahkan piala bergilir itu. Jika pengakuan Paspamres hanya bertolak kepada daftar list nama yang berhak mendampingi presiden itu terlalu  kaku dan menampakkan etika kepada pejabat khususnya Anies Baswedan selaku Gubernur untuk mendampingi  Presiden Jokowi saat moment penting itu. Sementara jelas siapa Anies dan siapa Jokowi.

Kemudian dalam sistem pratokoler, Tentunya sebelum acara berlangsung sudah terjadi interaksi dan komunikasi dengan pihak penitia penyelanggara begitu juga dengan protokoler Presiden dan Gubernur DKI jakarta. Karena tidak mungkin penjabat negara datang tanpa pengkondisian terlebih dahulu agar acara berjalan dengan baik. Sebab UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan ayat 13 point a sudah jelas mengatakan bahwa dalam hal Acara Resmi dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Presiden dan/atau Wakil Presiden. Maka dapat disimpulkan bahwa kejadian itu melanggar UU Keprotokolan.

Apapun alasan yang dikeluarkan oleh pihak istana maupun panitia penyelenggara sebagaimana dimuat dalam berbagai media hari ini belum tentu merubah berbagai stigma masyarakat yang beragam pro dan kontranya.

Untuk menepis berbagai macam stigma itu,  menurut saya langkah yang harus diambil Presiden Jokowi ialah memanggil Gubernur DKI Jakarta kemudian melakukan klarifikasi kepada awak media bahwa semuanya baik-baik saja. Kemudian memberikan sanksi tegas kepada Paspampres yang menghadang Anies Baswedan saat itu.

Jika ini dilakukan selain menunjukkan sikap kenegarawanan seorang Presiden juga akan merubah stigma masyarakat dan masyarakat akan menaruh rasa simpatik kepada Jokowi yang memiliki jiwa dan hati yang besar, Meskipun berbeda irisan politiknya, Ia tetap merangkul serangkul-rangkulnya. Salam Hormat, Salam Santun dan Bermartabat......!

 



Hari ini: Rosim mengandalkanmu

Rosim Nyerupa membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Pecat Paspamres Yang Cegah Gubernur Anies Turun Dampingi Jokowi Saat Final Piala Presiden". Bergabunglah dengan Rosim dan 12 pendukung lainnya hari ini.