Pasal 156 KUHP Untuk Ustaz Abdul Somad Atas Penistaan Agama Nasrani-Hukum Harus Adil

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Indonesia adalah Negara Kesatuan berbentuk Republik yang berlandaskan pada ideologi Pancasila. "Bhinneka Tunggal Ika" adalah kesepakatan yang SAH untuk KEANEKARAGAMAN di Indonesia, baik itu Suku, AGAMA, Ras, bahkan Antar Golongan. Sebagai masyarakat Indonesia yang baik, kita harus menjaga kesatuan dan persatuan tetap terpelihara

Tetapi ada-ada saja pihak yang tidak menyukai toleransi. Salah satunya toleransi beragama. Bagi sebagian pihak, menjadi 'satu aliran' adalah satu-satunya hal yang betul; dan harus menjadi sealiran dengan yang mereka anggap paling benar. 

Pada tanggal 16 Agustus 2019, beredar video Ustaz Abdul Somad memberikan ceramah di suatu acara; dan beliau menggunakan bahasa yang merendahkan umat Nasrani. Dalam video tersebut, terekam jelas bahwa UAS menyebut Salib (simbolik Tuhan Yesus bagi para Nasrani) sebagai benda persemayaman setan dan jin kafir. Tak hanya menyebutnya sebagai setan, ia bahkan membuat candaan perihal posisi kepala patung Yesus di atas salib.

Awalnya, UAS sempat memposting videonya di akun instagram, tetapi protes masyarakat tampaknya sangat kuat sehingga beliau menarik kembali video tersebut dari penayangan. Tetapi seribu kali sayang, sudah banyak pihak yang menyebarluaskan jejak digital tersebut.

Sebenarnya hak semua orang untuk berpendapat. Tetapi jika pendapat tersebut disampaikan melalui cara yang tidak layak dan menimbulkan perpecahan, pendapat tersebut perlu dipikir ulang. Agama dan Tuhan memang tidak butuh untuk dibela; tetapi TOLERANSI ADALAH NILAI MUTLAK YANG TAK BOLEH DIGANGGU GUGAT.

Pasal 156 KUHP berbunyi, "Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500".

Sedangkan isi Pasal 156a KUHP adalah, "Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia".

Dari isi video saja, sudah sangat jelas Ustaz Abdul Somad melakukan penghinaan, penodaan, dan DILAKUKAN DENGAN SENGAJA di MUKA UMUM. 

Umat Nasrani sudah memaafkan, dan kami sangat tidak terprovokasi dengan ceramah UAS. Hanya saja, pelanggaran terhadap Undang-Undang dan keadilan sosial harus ditegakkan setinggi-tingginya. Toleransi adalah nilai mutlak, dan pembiaran pola ceramah seperti ini dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Ustaz Abdul Somad layak diadili melalui Pasal 156 KUHP atas tindakan penistaan yang dilakukannya.

Video Ceramah Ustaz Abdul Somad yang Menistakan Salib Agama Nasrani