Pak Presiden Tolong Revisi Staf Khusus Presiden Milenial 2019

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Staf Khusus Milenial Kepresidenan ada CEO Start Up , oke fix ini sudah berbicara RANAH BISNIS. Saya tau mereka semua dari lahir memang dari Keluarga Berada, jadi saya agak kecewa dengan pilihan Pak Jokowi. Pak Jokowi, kenapa tidak rekrut Anak Miskin Berprestasi sampai S3 untuk jadi Staf Milenial Kepresidenan? Banyak Lulusan S3 yang berasal dari Anak Tukang Becak, Anak Tukang Pemulung, baik Dalam Negeri dan Luar Negeri.

 

Staf Khusus bertugas sebagai membantu Menteri, artinya Staf Khusus memiliki Banyak Pengalaman di Bidangnya. Staf Khusus bisa dari Pegawai Kementerian itu sendiri yang sudah sangat paham Masalah di Indonesia, bukan Milenial.

 

Seharusnya, Staf Khusus Kepresidenan jangan dari Milenial karena mereka masih kurang Pengalaman di bidang masing-masing. Perusahaan berbeda dengan lingkungan Pemerintah. Dalam Perusahaan, CEO dituntut untuk mendapatkan Laba sebesar mungkin. Berbeda dengan Dalam Pemerintah, Staf Khusus dituntut untuk memikirkan banyak hal yang Complex dan Universal, memikirkan semua masyarakat Indonesia. Seharusnya Milenial yang jadi Pendukung, bukan Penggerak. Penggerak tetaplah yang memiliki Banyak Pengalaman.

 

Semua Milenial sudah ikut Event Gerakan Start Up yang didukung Pemerintah dan kami menghasilkan Start Up. Ternyata Pak Presiden memilih Staf Khusus Kepresidenan yang menjabat sebagai CEO Start Up. Ini Artinya sudah tidak harapan lagi untuk Milenial lainnya yang punya Start Up, karena Pak Presiden "Istimewakan Start Up tertentu".

 

Pak Presiden, saya berharap dengan adanya Petisi ini, Bapak bisa merevisi jabatan Staf Khusus ini. Terima kasih

 

Mutia Irnawati, S.Si.

Salah satu Milenial Kebanggaan Indonesia.