Hentikan Pemiskinan atas TNI POLRI, Stop Bencana Kemiskinan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


 

Disini, setiap hari bekerja banting tulang belumlah cukup untuk menjamin kebutuhan hari berikut. Pekerjaan yang diharapkan mengubah nasib keluarga tidak mengubah apapun kecuali hanya hidup lebih riskan, menguras waktu,pikiran dan tenaga.

satu-satunya didunia ini, dimana orang yang bekerja malah tidak punya penghasilan sebagai jaminan hidup masa kini, masa tua dan bagi generasi berikutnya.

Hanya di Indonesia, dimana investasi dibuka selebarnyanya tapi warganya hanya kebagian buat makan yang hanya ludes buat kebutuhan sehari-hari, hidup mereka tidak lebih baik dari anak panti asuhan.

Kemiskinan dan derita  TNI POLRI dan keluarganya  akibat gaji yang tidak layak disebut sebagai penghasilan yang dijamin oleh pemerintah membuktikan kegagalan Pemerintahan bangsa ini memahami hakekat dan kebutuhan sebagai manusia, apalagi manusia Indonesia.

Bagaimana mungkin Pemerintah berikan kesejahteraan sebagai amanah kontitusi bila konsepsi sejahtera tidak pernah ada dalam kamus pemerintah ?

Bila TNI Polri saja secara sengaja ditelantarkan dan dimiskinkan maka “bagaimana mungkin menagih kewajiban Negara untuk melindungi buruh, tenaga medis sukarela dan tenaga honorer ?

jika Nyawa pun dipandang sangat murah oleh pemerintah maka berapa murah jaminan penghasilan bagi yang hanya andalkan Ijazah dan kecerdasannya ?

Jika mereka yang teken kontrak mati buat negara saja dimiskinkan, maka bentuk seperti apa yang kita harapkan dari pemerintah sejahterahkan rakyat yang miskin dan lemah??

Pemerintah sebenarnya mampu membayar gaji 50Juta/bulan Atas TNI Polri, persoalannya pada Political Will pemerintah, mau atau tidak Sejahterahkan Rakyat yang bekerja sebagai abdi negara TNI Polri.  “Mereka Orang-orang terbaik yang dipilih oleh negara bertaruh nyawa demi negara dan bangsa” 

buktinya, Alam Indonesia mampu membiayai Hidup beberapa negara maju, USA, Eropa, dan Jepang. “tentu tidak adil jika Untuk bayar 50Juta/Bulan TNI Polri, pemerintah beralasan tidak punya sumber anggaran” 

sayangnya, Bagi pemerintah, gaji hanya kewajiban memenuhi kebutuhan sandang,pangan dan papan (sistem vegetatif|), padahal Penghasilan sebagai satu-satunya sumber pendapatan TNI POLRI membiayai kebutuhan perumahan, social, kekeluargaan, pendidikan, budaya dan modal masa depan anak cucu.

Gaji yang hanya cukup buat makan   memaksa mereka hidup dalam batas-batas yang sangat ekstrim. Pekerjaan dengan segala resiko diluar batas-batas normal tidak cukup bagi mereka dan keluarganya memilih cara hidup tapi justru terjebak oleh kemelaratan yang dipastikan diwariskan secara turun temurun.

harusnya, karena TNI POLRI telah secara total menerima kewajibannya, maka Negara pun harusnya demikian; menjalankan kewajibannya secara Total tanpa tawar menawar memberikan hak-hak kemanusiaan setiap Anggota TNI POLRI.

"Doktrin Pengabdian yang ditanamkan setiap hari pada anggota TNI POLRI bukannya jadi alat propaganda Negara untuk mencabut Hak kesejahteraan mereka". Doktrin Pengabdian dan kesetiaan TNI POLRI adalah kerangka dasar bagi mereka menjalankan tugas dan fungsinya dalam mengayomi, melayani dan melindungi serta menegakkan kehormatan segenap tumpah darah Indonesia.

Tentunya  wacana apa pun tentang TNI-POLRI, mulai penguatan birokrasi hingga profesionalisme TNI-POLRImustahil diwujudkan, karena sumber masalahnya bukan dalam tubuh TNI-POLRI. Sumber masalah sesungguhnya adalah penghasilan yang rendah lagi merendahkan martabat keluarga mereka. TNI POLRI sudah teken hidup mati buat Negara bangsa, maka pemerintah juga harus membuktikan hal yang sama buat mereka,

Negara wajib berikan jaminan penghasilan  agar keluarga mereka tetap tegak terhormat, sehingga punya pilihan jalani cara hidup bukan hanya sebatas kemampuan memilih menu lauk pauk.

KITRA meyakini 50 juta/bulan gaji TNI POLRI akan membentuk kemampuan memilih cara hidup bagi keluarganya, menjadi sistem yang menjaga moral, mengokohkan loyalitas, menyuburkan sikap positif dan  meneguhkan idealisme mereka, sekaligus kekuatan sebagai pertahanan Negara yang menguatkan fundamental ekonomi, keluarga mereka akan menggerakkan ekonomi rakyat.  Untuk itu KITRA mengajukan memorandum tuntutan sebagai berikut :

1.     Mendesak Presiden Jokowi menaikkan 50 juta perbulan gaji TNI POLRI

2.    Mendesak DPR RI menjadikan kesejahteraaan TNI POLRI sebagai prioritas pembangunan

3.       Mengajak seluruh elemen Bangsa menyuarakan kesejahteraan TNI POLRI sebagai bentuk solidaritas kebangsaan dan kemanusiaan.

Demikian memorandum ini kami ajukan sebagai rujukan dan pegangan semua pihak, sebagai langkah sederhana menghindari bencana kemanusiaan yang melanda bangsa Indonesia.

 

Tahun 2013 Kampanye KITRA TNI POLRI

 



Hari ini: KITRA TNI POLRI mengandalkanmu

KITRA TNI POLRI membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Naikkan 50 juta perbulan gaji TNI POLRI, hentikan bencana kemiskinan !". Bergabunglah dengan KITRA TNI POLRI dan 12 pendukung lainnya hari ini.