Menolak Remisi Susrama, Pembunuh Wartawan Radar Bali Anak Agung Gd Bagus N. Prabangsa

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Kepada sahabat kami di seluruh bangsa ini, hari ini dengan alasan kemanusiaan dan kelakuan baik , hukuman seumur hidup Susrama, dalang pembunuhan wartawan Radar Bali dikurangi menjadi 20 tahun kurungan melalui Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018. Memang terlihat lama, akan tetapi apakah hal tersebut sebanding dengan duka keluarga yang ditinggalkan? apakah sebanding dengan kesalahan yang telah diperbuatnya?

Prabangsa dibunuh dengan keji beberapa lama setelah membuat berita tentang korupsi Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli (menyangkut Susrama). Ia mengungkap suatu kebusukan dengan penanya. Ironisnya pembunuh ini justru mendapat pengurangan hukuman,

Prabangsa adalah anak tunggal Ibunya yang telah menjanda. Bagaimana perasaan seorang ibu apabila kehilangan anak satu-satunya, dapatkah dibayangkan betapa sedih sang ibu mengetahui putranya dibunuh dengan keji dan si pembunuh mendapat pengurangan hukuman? Prabangsa juga seorang ayah, lihatlah kedua orang anaknya yang masih dalam masa bersekolah dan istrinya yang saat ini menafkahi keluarga, mereka hidup diliputi rasa kehilangan, apakah ini keadilan?

Bagi para jurnalis, mereka melakukan pekerjaan yang penuh risiko dan mempertaruhkan nyawanya apabila menulis suatu berita yang berpotensi menyinggung suatu pihak. Apakah tidak memberikan keresahan bagi mereka ketika terjadi kasus, pelakunya justru mendapat keringanan hukuman?

Susrama mendapat "hadiah" dengan alasan kelakuan baik. Kelakuan baik apa yang diperbuatnya? apa ia telah berjasa bagi bangsa ini? apa ia telah melayani masyarakat? sebaik baik kelakuannya apakah sebanding dengan pedih yang dimunculkan remisi ini bagi pihak yang ditinggalkan dan rasa keadilan?

Atas dasar hal diatas saya memohon dukungan sahabat-sahabat sekalian untuk menandatangani petisi ini untuk berikutnya disampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo. Kepada Yth. Bapak Presiden semoga hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan, saya sadar sebagai rakyat biasa tidak mempunyai wewenang apapun, namun hanya bisa menyampaikan hal ini demi kebaikan bersama atau setidaknya rasa keadilan bagi kami yang ditinggalkan.