Melindungi anak, bukan berarti mengurung mereka dalam sangkar emas. Ayo, sekolah..!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pandemi sudah berlangsung lama, tiga bulan lebih. Anak anak sudah kita kurung dalam rumahnya, selama kurun waktu 6 sd 7 minggu terakhir. 

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan PB PGRI di bulan Mei 2020, sebagian besar anak memilih untuk kembali bersekolah. Bertemu dengan teman teman sebaya, dan belajar interaktif dengan guru.

Hampir 60 persen anak berani untuk sekolah kembali menunjukkan bahwa sebagian besar mereka tidak takut dan merasa tidak ada ancaman nyata untuk kembali bersekolah. Ancaman yang bisa jadi hanya ada dalam berita, yang menjadi konsumsi orang tua mereka.

Dari sisi wali murid, hanya terdapat 27 persen yang tidak setuju pembelajaran daring. Mereka tampaknya lebih berani mengajak anaknya melangkah keluar dan melihat sendiri bagaimana suasana diluar dan pastinya siap mengantar anak untuk belajar hidup berdampingan dengan SARS COV2.

Pemerintah sudah mencanangkan pelonggaran PSBB bertahap, berdasarkan hasil di lapangan. Bahwa Ro atau tingkat penularan di jabodetabek sudah di bawah satu, sehingga di pastikan aman untuk mulai hidup normal berdasarkan protokol kesehatan.

Maka tidaklah berlebihan jika pemerintah juga memberi hak mereka yang menghendaki sekolah dimulai kembali, tidak hanya mendengar dan memberi hak mereka yang menolak.

Virus SARS COV2 di anggap berbahaya karena merupakan NEW EMERGING DISEASE, dianggap virus baru yang akan membuat imunitas kita kaget dan tidak siap menghadapinya. Berbagai langkah pun sudah di lakukan untuk mencegah penyebaran virus.

Di tingkat masyarakat di berlakukan social distancing, physical distancing, jaga jarak hingga PSBB. Sedangkan di tingkat tenaga kesehatan, diminta kewaspadaan yang tinggi dan diminta untuk menjaring semua baik yang sekedar demam menjadi ODP hingga mereka yang menunjukkan gejala pneumonia menjadinPDP dan dilakukan skrining COVID. Terakhir pasien tanpa gejala pun harus di curigai COVID sampai terbukti bukan.

Setelah berbagai upaya ini, dan kita sudah lalui selama 3 bulan, tampak dengan sangat nyata, bahwa dampak pandemik di negara kita Indonesia tidak seperti yang terjadi di negara Amerika dan Eropa. Bukan saja kasus konfirmasi yang rendah, angka kematian pun rendah bila di bandingkan populasi. Bahkan teramat sangat rendah. Bila di buatkan grafik dan kemudian di sandingkan, maka akan tampak grafik kita datar di bawah.

Hunian rumah sakit selama 3 bulan terakhir rata rata menunjukkan penurunan, berikut ICU dan penggunaan ventilator. Jumlah kematian periode yang sama bila di bandingkan tahun kemaren pun tidak menunjukkan selisih perbedaan yang bermakna. 

Bisa jadi negara kita mempunyai berbagai kekuatan melawan virus ini. Warga Indonesia mempunyai imunitas yang lebih baik, mempunyai populasi dengan rerata usia yang lebih muda, mempunyai cuaca yang tidak menguntungkan virus, dan mempunyai limpahan mentari yang menjadi disinfektan alami virus ini.

Adapun meningkatnya kasus di Surabaya dan sekitarnya akibat pemeriksaan massal yang dilakukan terhadap orang sehat menambahkan kasus terkonfirmasi seluruh Indonesia. Ada baiknya kiranya angka positif dan angka kematian itu di laporkan dengan lebih rinci. Berapa kasus yang tanpa gejala dan bergejala ringan, berapa yang butuh perawatan di rumah sakit dan berapa yang di rawat di ruang intensif. Serta kematian pun di rincikan berapa yang benar benar meninggal karena COVID, berapa yang diperburuk COVID dan berapa yang meninggal bukan karena COVIDnya. Agar tampak betul, bagaimana dampak virus ini pada orang Indonesia.

Dengan melihat kenyataan di lapangan selama 3 bulan lebih pandemi di Indonesia, dan mempertimbangkan aspek keberadaan virus yang sudah tidak baru ini dan yang akan terus bersama kita dalam waktu lama.. Kiranya anak anak hidup berdampingan dengan virus adalah keniscayaan. 

Ijinkan kami para orang tua yang siap mengantar anak hidup berdampingan dengan virus mendapatkan hak itu..

Ijinkan anak anak kembali ke bangku sekolah untuk kembali belajar bersama dan berinteraksi dengan teman teman dan guru, dengan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan..

Ijinkan kami katakan..

Ayooo... Sekolaaah..!