Mari tolak sistem zonasi yang merugikan siswa

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sistem zonasi yang akan menggantikan sistem PPDB ternyata merugikan para siswa yang telah bersiap-siap untuk menghadapi UN (Ujian Nasional).

Nilai yang didapat setelah ujian nasional ternyata tidak dapat membantu untuk memasuki sekolah impian, khususnya para siswa yang memiliki rumah yang cukup jauh dari sekolah negeri.

Perlu diingat bahwa pembagian sekolah di seluruh Indonesia ternyata tidak cukup merata,  bila seorang anak memiliki tempat tinggal yang jaraknya "pas-pasan" dengan sekolah yang ada di wilayahnya dan wilayah itu cukup dipadati oleh anak-anak usia sekolah, maka sekolah tersebut tidak memiliki kuota yang cukup untuk menampung jumlah anak-anak lain yang berada disekitarnya.

Sistem zonasi ini juga merugikan bagi anak yang telah bersusah payah untuk mendapatkan nilai UN yang tinggi.

Mereka merasa sia-sia telah belajar untuk menghadapi UN, ekspetasi mereka adalah dapat bersekolah di sekolah keinginannya, malah berujung dengan tidak mendapat jatah karena kalah bersaing dengan jarak tempat tinggal.

Efek dari sistem zonasi ini juga dapat merugikan semangat belajar siswa, mereka malah berpikiran mengapa harus repot belajar kalau nanti hasilnya akan ditentukan oleh jarak.

Hal-hal tersebut dapat menyurutkan tujuan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu dan merubah pola pikir siswa menjadi malas untuk belajar.

Sistem PPDB yang menentukan penerimaan melalui nilai ujian nasional dinilai adil ketimbang sistem zonasi, karena anak ditentukan melalui kemampuan bukannya jarak tempat tinggal.

Apakah kalian setuju bila sistem zonasi dihapuskan ?.