KENAPA HAK ANGGOTA DIPERSULIT?

KENAPA HAK ANGGOTA DIPERSULIT?

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Sejak April 2020 hak kami sebagai anggota KSB telah ditutup bertahap secara sepihak oleh KSP Sejahtera Bersama (KSP-SB ,Bogor Jawa Barat). 

Koperasi No.7 tingkat Nasional dengan dana kelolaan +/-Rp 3,1 Triliun (th buku 2019) dan jumlah anggota sebanyak 184.616 orang.

Bermula dari kami para anggota tidak dapat mengambil uang tabungan KOIN kami sendiri (nama rek. tabungan kami di KSB) yang entah sampai kapan batas waktu sesuai dengan keputusan sepihak yang nantinya ditentukan oleh KSP-SB, dilanjutkan SBSP (Simpanan Berjangka Sejahtera Prima) kami tidak boleh dicairkan dan sekarang hak kami atas jasa tabungan harian juga dihapuskan.

Untuk koperasi yang sudah masuk dalam 10 Besar Koperasi Indonesia (yang mana Ketua Pengawas KSP-SB juga selaku Ketua Forum Koperasi Besar Nasional dan penerima Satya Lencana Wira Karya dari Pemerintah NKRI) memiliki banyak unit usaha dan jumlah aset inventaris yang tidak sedikit seharusnya dampak pandemi covid-19 tidak sejauh ini merugikan kami para anggota (yg seharusnya berdasar pada azas koperasi yaitu dari oleh dan untuk anggota, maka kami adalah selaku pemegang kuasa tertinggi yang berhak mendapatkan informasi dan laporan pertanggungjawaban atas dana yang kami amanahkan untuk dikelola oleh Pengurus dan Pengawas KSP-SB)
Sampai saat ini kami sebagai anggota juga tidak pernah mendapatkan informasi perkembangan keadaan KSB, setiap kami datang ke kantor KSB menanyakan perihal ini tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan baik dari Staff Dinas Dalam maupun dari Pimpinan Cabang. Yang ternyata hal tersebut pun kami ketahui juga dialami oleh Mitra Pemasar Simpanan kami di KSP-SB. Sungguh miris kami mengetahuinya.

Ada beberapa hal yang mengecewakan kami antara lain :
1. Untuk dapat mengambil sejumlah uang di tabungan KOIN, kami diminta untuk membuka SBSP baru dengan periode 1 tahun menggunakan dana tunai atau dana dari bank (tidak boleh menggunakan dana di tabungan KOIN kami).
2. Melunasi kredit di KSB, tidak dapat dibayarkan dengan uang di SBSP maupun tabungan KOIN yang kami miliki tetapi harus berupa dana dari bank atau tunai.
3. Keputusan dari KSP-SB mewajibkan anggota untuk memperpanjang SBSP min. 6bulan dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan tujuan awal anggota dari kebutuhan simpanan tersebut, dan biaya administrasi perpanjangan SBSP tersebut tetap dikenakan kepada anggota. Dalam surat edaran tersebut, KSB menyebutkan bahwa tidak menerima proses pencairan simpanan per jatuh tempo 20 April sd. Desember 2020.
4. Keputusan untuk menghapus jasa tabungan KOIN pun dilakukan secara sepihak melalui Surat Edaran berikutnya.
5. Penjelasan tentang kondisi KSP-SB dan rencana realisasi pembayaran ke anggota pada Juni 2020 yang disampaikan Ketua Pengurus & Pengawas KSP-SB melalui media sosial yaitu live IG (28 Mei 2020) dan hingga hari ini (28 Juli 2020) tidak ada kejelasan dan tindak lanjut.

Melalui petisi ini, kami ingin memohon kepada Presiden RI dan tentunya dg bantuan Kementerian Koperasi & UMKM untuk segera turun tangan secara langsung dalam upaya pengembalian hak anggota dan membantu menyelesaikan kondisi luar biasa pelik yg terjadi di KSP-SB saat ini.
Tentunya kami pun telah mengertikan masa relaksasi alias prihatin yg telah disampaikan pemerintah dg Kondisi Luar Biasa COVID19 yang sudah lewat lebih dari 3bln kami lalui dan kini semua sudah dituntut untuk kembali New Normal. Namun tidak adakah sedikit progress apapun yang bisa disampaikan kepada kami?

Kami hanya menginginkan hak-hak kami untuk mendapatkan kembali dana tabungan dan simpanan - simpanan berjangka yg kami miliki di KSP-SB SECARA LIKUID,guna memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan lainnya yg sudah TERTUNGGAK selama lebih dari 4 bulan ini.
Dengan berakhirnya bulan Juli 2020 ini berarti sudah menginjak bulan ke-5, kami (anggota KSP-SB) tidak mendapatkan hak kami dan juga kepastian, bahkan itikad baik apapun dari pengawas/pengurus.

Mohon bantuannya Pak Presiden dan Pak Menteri Koperasi dan UMKM, untuk menindaklanjuti perihal koperasi kami dengan segera mengingat waktu demi waktu kami juga membutuhkan dana tersebut untuk melanjutkan hidup keluarga kami.
Jangan menunggu smpai ada kejadian kami/ keluarga kami mati dulu, baru perkara ini ditangani.


Salam hormat,

Kami Anggota KSP-SB.