Didik netizen, jadikan jurnalistik sebagai muatan lokal

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Assalamualaikum wr wb.

Sebelumnya memulai petisi ini, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. nama saya Febri Hardiyani, saya seorang mantan Jurnalis media cetak di Sumatera Selatan (Sumsel).

Alasan saya membuat petisi ini, murni merupakan rasa keprihatinan saya, terhadap maraknya penyebaran informasi baik berupa foto atau video yang bersifat kurang etis seperti, sadisme, SARA, bullying, dll.

Sebagai orang tua dengan 2 anak balita,tentu saya ingin sekali melindungi anak-anak saya dari hal buruk yang secara tak langsung merusak psikologi mereka. Saya rasa, orangtua lain pun sependapat dengan saya.

Tidak dipungkiri, euforia dengan perkembangan teknologi saat ini menyebabkan hampir semua orang menjadi gagdet addict. Dampaknya, "hati nurani" mereka seakan beku. Contoh, saat ada kecelakaan, para netizen lebih asik mengabadikan momen tragis itu dari pada menolong.

Saya ingat sekali, sewaktu saya di didik di Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) salah satu pengajarnya merupakan warta foto senior yakni, bapak Arbain Rambey. Dia berpesan "jurnalis itu harus mengutamakan hati, dan bekerja dengan hati". Hal ini juga sejalan dengan kode etik jurnalis (KEJ), yang salah satunya mengatur tentang larangan penyebaran berita, baik berupa foto/video yang mengandung sadisme, cabul, SARA, informasi bohong, nama korban & pelaku yang dibawah umur.

Namun kenyataannya, hampir setiap hari foto/ video tak layak itu menyebar di media sosial. Ironisnya, yang mengomentarinya kebanyakan anak-anak sekolah.

Hal inilah yang menurut saya, yang seharusnya dicarikan jalan keluarnya, agar anak-anak "jaman now" lebih terarah. Alih-alih melarang, saya lebih mendukung agar pemerintah mengeduksi mereka di sekolah ,dengan menjadikan dasar jurnalistik sebagai muatan lokal.

Selain dapat menekan konten negatif, menjadikan dasar jurnalistik dalam pendidikan di sekolah juga dapat menjadikan peluang dalam terciptanya anak-anak  yang kreatif dan produktif. Bonusnya, mereka dapat menjadi rekan pemerintah & media dalam penyebaran informasi yang akurat dan terpercaya.

Untuk itu saya berharap kepada bapak Presiden Joko Widodo, DPR RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bekerjasama dalam merumuskan penyelesaian masalah tersebut, dan mempertimbangkan usulan saya diatas.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para pembaca yang menyetujui petisi saya.

Wassalam.

Febri Hardiyani