INDONESIA NOT RECYCLE BIN

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Indonesia menjadi tempat pembuangan sampah plastik impor yang berasal dari 43 negara di dunia dan 5 diantaranya merupakan negara besar seperti, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, New Zealand..

Provinsi Jawa timur menjadi salah satu tempat pembuangan sampah plastik dari negara lain yang diselundupkan dalam koran atau kertas bekas yang di impor oleh 11 pabrik kertas. Antara lain : (1) PT. Pakerin, (2) PT. Suparma, (3) PT. Megasurya Eratama, (4) PT. Adiprima Suryaprinta, (5) PT. Mekabox Internasional. (6) PT. Tjiwi Kimia, (7) PT. Surya Pemenang, (8) PT. Ekamas Foruna, (9) PT. Jaya Kertas, (10) PT. Mekabox Surabaya, dan (11) PT. Mount Dream Indonesia.

Bahan baku yang di impor seharusnya berupa kertas bekas dan koran bekas. Tetapi dalam faktanya, impor kertas bekas dalam bentuk Bale (6-10 ton/Bale) yang diterima industri kertas terdapat sampah plastik dan sampah domestik yang mencapai 30% - 40%.

Sampah plastik yang tidak di produksi oleh industri kertas kemudian di jual ke masyarakat dan membuat sampah plastik tidak terkendali, terbuang ke sungai, dan di bakar.

Berdasarkan brand audit yang dilakukan oleh ECOTON, ada 3 jenis sampah domestik yang ditemukan, antara lain :

  1. HOUSEHOLD PRODUCT (sampah hasil rumah tangga : kemasan pembersih lantai, kemasan detergen, popok bekas, kemasan makanan hewan, kemasan sachet)
  2. FOOD PACKAGING (sampah bungkus makanan : kemasan makanan beku, kemasan kopi, bungkus permen, botol minuman)
  3. PERSONAL CARE (sampah keperluan pribadi : kemasan sabun mandi,  pasta gigi, bekas deodorant, botol parfum, pencuci muka)

Tidak hanya itu, barang-barang bekas seperti sepatu, topi, dan celana dalam juga di temukan dalam sampah impor yang masuk ke Indonesia.

Sampah plastik yang masuk ke Indonesia yang tidak terkelola dengan baik akan mencemarai lingkungan, diantaranya :

  1. Udara akan tercemar karena pembakaran plastik yang menghasilkan zat beracun berupa DIOXIN yang dapat menyebabkan asma, stroke, serangan jantung, dan kanker.
  2. Air Tercemar limbah plastik dalam bentuk mikroplastik yang berupa serpihan plastik dalam ukuran kurang dari 4,8 milimeter yang dibuang ke sungai Brantas. Penelitian ECOTON tahun 2018 menunjukkan bahwa sungai Brantas sudah terkontaminasi mikroplastik dan 80% dari 103 ikan di hilir sungai Brantas di temukan mikroplastik di dalam lambungnya.
  3. Tanah dapat terkontaminasi plastik pada saat hujan dan mencemari air resapan yang membuat kualitas air tanah menjadi menurun.

Kita merasa prihatin dan marah! Negara Merdeka seperti Indonesia menjadi tempat buangan sampah oleh negara lain. Mari dorong pemerintah untuk menghentikan impor sampah plastik di Indonesia.

Undang Undang No.18 tahun 2008 dalam pasal 29 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan bahwa memasukkan sampah domestik (HOUSEHOLD PRODUCT, FOOD PACKAGING, PERSONAL CARE) adalah suatu tindakan terlarang.

Komitmen Pemerintah melalui Kementrian Koordinator Kemaritiman, Menteri Perindustrian, serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersinergi dalam menangani sampah plastik di lautan hingga 70% pada tahun 2025 akan sulit tecapai jika peraturan yang ada tidak terimplementasikan dengan baik.

Pada tahun 2018, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya peningkatan impor kertas bekas yang tercampur sampah plastik sebesar 141 persen (283.152 ton), angka ini merupakan puncak tertinggi impor sampah plastik selama 10 tahun terakhir, di mana pada 2013 impor sampah plastik Indonesia sekitar 124.433 ton.

ECOTON bersama THE PARTY DEPARTMENT, INSPIRASI, RELAWAN KALI BRANTAS telah melayangkan surat protes kepada 5 negara yang menyelundupkan sampah plastik. Dan pada 2 mei 2019 ECOTON melakukan audiensi di kantor Konsulat Jendral Australia di Surabaya. Dalam surat menuntut supaya Australia :

  1. Menghentikan impor sampah plastik dan penyelundupan sampah plastik dalam kertas bekas ke Jawa Timur.
  2. Bertanggungjawab atas dampak buangan sampah plastik yang selama ini dibuang di DAS Brantas dengan melakukan clean up atau pembersihan plastik dan pemulihan kontaminasi mikroplastik di air Kali Brantas.
  3. Menghormati Indonesia dan bersikap sopan dengan memperketat aturan impor sampah kertas bekas dengan tidak lagi mencampur/menyelundupkan sampah plastik.

ALIANSI ZERO WASTE INDONESIA (AZWI) pada senin, tanggal 29 April 2019 menggelar siaran pers yang meminta kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menolak surat rekomendasi nomor 593/M-IND/11/2018 perihal Impor Limbah Plastik oleh Menteri Perindustrian dan segera menindak pihak-pihak yang telah menyalahgunakan izin mengimpor limbah plastik selama ini.

Melalui petisi ini kami mendorong Presiden untuk segera menghentikan impor sampah plastik di Indonesia. Bebaskan Indonesia dari sampah plastik impor dari negara asing! #IndonesiaNotRecycleBin

Tandatangani petisi ini agar Presiden :

  1. Menghentikan sepenuhnya kegiatan impor sampah plastik yang terjadi di Indonesia.
  2. Meminta 5 negara besar, Amerika, Australia, Kanada, Inggris, Korea Selatan. Agar membawa kembali sampahnya yang ada di Jawa Timur.
  3. Membuktikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan tempat sampah #IndonesiaNotRecycleBin.