hukuman mati bagi pelaku pedophilia

0 have signed. Let’s get to 25,000!


Sudah hampir 15 tahun tercetusnya undang-undang no. 23 tahun 2002 tanggal 22 oktober 2002 tentang perlindungan anak namun perlindungan anak (khususnya tentang penyimpangan seksual terhadap anak) dirasa masih kurang keberadaannya dimana kurang adanya ketegasan terhadap sanksi yang dikenakan kepada pelaku bilamana korbannya adalah seorang anak-anak. Dimana bagi anak itu sendiri, setiap kejadian (kejahatan) yang dia alami dapat mempengaruhi keadaan jiwa serta perilaku mereka disaat mereka dewasa. Selain undang-undang diatas, KUHP dan Undang-undang no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia juga mengatur perlindungan bagi korban perilaku seks menyimpang tersebut. 

Ancaman hukuman pidana bagi pelaku penyimpangan seksual dalam tindak
pidana pedophilia dalam pasal 82 Undang-undang no. 23 tahun 2002 ialah
dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun, sebagaimana yang ditetapkan
dalam ketentuan pasal 82 Undang-undang no.23 tahun 2002 adalah :
“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman
kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan,
atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan
perbuatan cabul, dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun
dan paling sedikit 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak 300 (tiga ratus)
juta rupiah dan paling sedikit 60 (enam puluh) juta rupiah”20
Apabila dibandingkan dengan penyimpangan seksual yang sengaja (pasal
290 ayat 2 KUHP) yang ancaman pidananya adalah tujuh tahun penjara,
sebagaimana yang diatur dalam pasal 290 ayat 2 KUHP yang berbunyi :
“Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun: barang siapa
melakukan perbuatan cabul dengan seorang padahal diketahui, atau
sepatutnya harus diduga bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau
umurnya tidak ternyata, bahwa belum mampu di kawin”
Adalah wajar apabila dalam pidana pencabulan pasal 290 ayat 2 KUHP
lebih ringan, karena pada pencabulan tersebut tidak terdapat unsur yang
memberatkan yaitu tidak adanya unsur kekerasan atau ancaman kekerasan.
Adapun alasan yang menyebabkan lebih beratnya ancaman pidana yang
dijatuhkan pada tindak pidana pedophilia dalam pasal 82 UU RI No. 23 tahun
2002 tentang Perlindungan Anak adalah bahwa keadaan sadar dan sengaja tanpa
ada unsur paksaan dari pihak lain, melakukan pencabulan dengan diiringi
melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan kepada korbannya. Adanya unsur
kekerasan inilah yang dirasakan sangat merugikan orang lain khususnya korban,
sehingga dapat menambah kesalahan yang dilakukan si pelaku atas perbuatan
pencabulannya.

 

Namun sepertinya ancaman hukuman 15 tahun tidaklah membuat para pelaku takut dan jera. Bisa dibuktikan dengan makin terbukanya jaringan pedophilia seperti LOLI CANDY. Mereka makin berani unjuk gigi.

Kami memohon agar hukuman bagi para pedophil direvisi menjadi hukuman mati karena mereka layak mendapatkannya.

Wassalam.



Today: Tita is counting on you

Tita Gurnita Sari needs your help with “Joko Widodo: hukuman mati bagi pelaku pedophilia”. Join Tita and 23,177 supporters today.