DUKUNG ANTI KORUPSI, HENTIKAN KEKERASAN!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendapat teror berupa penyerangan fisik. Wajah Novel disiram air keras oleh seseorang, setelah salat subuh di masjid sekitar rumahnya di Jakarta Utara, Selasa, 11 April 2017. Usai peristiwa itu Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading serta dirujuk ke Jakarta Eye Center untuk memperoleh perawatan yang lebih intensif.

Sebelumnya, telah beberapa kali Novel menjadi sasaran kekerasan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang diindikasikan terkait dengan perkara yang tengah ditanganinya. Tahun lalu ia ditabrak mobil ketika sedang bersepeda motor menuju kantornya. Novel juga sempat dipidanakan atas meninggalnya tahanan, saat ia bertugas di kepolisian di Bengkulu (2004).

Apapun alasannya, kekerasan kepada seseorang tidak dibenarkan oleh hukum di samping jelas-jelas melanggar undang-undang. Hal semacam itu tidak boleh terjadi, apalagi menimpa kepada penyidik KPK, lembaga antirasuah yang belakangan gencar mengungkap skandal mega korupsi yang melibatkan para pembesar negeri.

Jika hal tersebut tidak segera direspon oleh penegak hukum, banyak pihak mengkhawatirkan bakal menjadi preseden buruk, bahwa pemerintah abai terhadap kekerasan yang menimpa warganya. Lebih parah lagi, jika dikaitkan status Novel sebagai penyidik KPK, hal itu dapat membentuk opini bahwa pemerintah tidak serius melakukan pemberantasan korupsi, lantaran terbukti tidak memberi jaminan dan perlindungan yang baik kepada aparat negara yang sehari-harinya bertugas pada wilayah tersebut.

Kalau itu terjadi, maka apa yang digembar-gemborkan oleh pemerintah Jokowi tentang clean government (pemerintahan yang bersih dan berwibawa) hanya akan dianggap angin lalu dan sekedar pepesan kosong belaka. Sebab, mana ada pemerintahan bersih tercipta tanpa tersedianya dukungan yang memadai bagi ksatria-ksatria antikorupsi yang tengah berperang melawan koruptor? Mana mungkin pemerintahan yang berwibawa membiarkan kekerasan meneror dan melanda warga negaranya?

Sehubungan dengan hal tersebut serta demi ikut serta menegakkan harkat dan martabat bangsa dan negara, kami Gerakan Puisi Menolak Korupsi menyerukan kepada seluruh warga negara Indonesia, untuk ikut menandatangani petisi yang berisi tuntutan sebagai berikut:

1.      Presiden Republik Indonesia harus memberi jaminan bahwa pengusutan atas kasus itu berjalan dengan cepat, tegas, dan transparan hingga tuntas.

2.      Presiden Republik Indonesia harus memberi jaminan, bahwa di masa datang tidak akan terjadi lagi teror dan kekerasan yang menimpa aparatur KPK dan aktivis antikorupsi pada umumnya.

3.      Presiden Republik Indonesia harus memberi jaminan bahwa penanganan kasus-kasus korupsi yang dilakukan KPK akan terus berjalan dengan baik dan independen.

 

Salam Satu Hati Tolak Korupsi!

Sosiawan Leak

(Koordinator Gerakan Puisi Menolak Korupsi)

 

 



Hari ini: PUISI MENOLAK KORUPSI (PMK) mengandalkanmu

PUISI MENOLAK KORUPSI (PMK) membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: DUKUNG ANTI KORUPSI, HENTIKAN KEKERASAN!". Bergabunglah dengan PUISI MENOLAK KORUPSI (PMK) dan 89 pendukung lainnya hari ini.