Desak pemerintah untuk mendeklarasikan DARURAT IKLIM

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Dukung Sustainable Indonesia Dalam Aksi Penanggulangan Perubahan Iklim


Melalui petisi yang ditujukan kepada semua kepala daerah  di Indonesia untuk menyatakan kondisi Darurat Iklim di Indonesia

Perubahan iklim yang terjadi saat ini sudah dalam tahap mengancam kehidupan manusia. Perubahan iklim merupakan momen yang sangat penting, perubahan pola iklim yang terjadi saat ini telah mengancam produksi pangan, naiknya air laut yang menyebabkan potensi pasang/banjir. Dampak dari perubahan iklim terjadi secara mendunia, tidak hanya terjadi di Indonesia. Momen saat ini adalah momen dimana tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Tanpa adanya aksi yang signifikan saat ini, beradaptasi dengan dampak dari perubahan iklim akanlah sangat menyengsarakan umat manusia dan menghabiskan lebih banyak biaya.

Pada hari Bumi, 22 April 2016, 175 kepala negara menandatangani “The Paris Agreement” di Kantor Pusat PBB di New York. Ada 184 negara yang telah bergabung  dalam perjanjian tersebut. Tujuan jangka Panjang dari The Paris Agreement adalah menjaga temperature dunia dibawah 2’C diatas tingkat pra indutrial, dan menekan kenaikan suhu dibawah sampah 1.5’C untuk mengurangi resiko dan dampak yang lebih besar.

Dari laporan terakhir IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Changes) situasi ini semakin hari semakin memburuk dalam 4 tahun terakhir. Efek emisi rumah kaca meningkat selalu, walaupun ada niat baik dari politisi dan pemerintah.

Dinamika berbagai perjanjian, agenda, dan rencana aksi berjalan begitu lambat dibandingkan dengan kenaikan suhu yang terjadi dan bukti-bukti lain yang mengacu kepada perubahan iklim itu sendiri. Begitu banyak bukti kritis telah terjadi perubahan yang tidak dapat diubah dalam ekosistem dan cara kerja dari planet bumi yang hal ini mungkin akan segera terjadi atau mungkin sudah berlalu.  Ekosistem yang beraneka ragam seperti di hutan hujan Amazon dan tundra di Artik mendekati perubahan dramatis yang ditandai dengan pemanasan dan kekeringan. Gunung gletser memberikan sinyal kekurangan supply air di musim kemarau yang menyebabkan kesulitan bagi generasi mendatang. 


Apa maksud dari menyatakan darurat iklim?

Pernyataan sikap pemerintah yang mengakui adanya keadaan darurat untuk segera mengambil tindakan. Keadaan darurat artinya adalah keadaan serius, tidak terduga, berbahaya yang sering kali membutuhkan tindakan segera. Ini memang cara tercepat untuk mendesak pemerintah agar dapat menyiapkan agenda yang tepat yang diharapkan dapat menghasilkan solusi yang progresif.

Saat pemerintah sudah menyatakan darurat iklim seperti dalam keadaan perang atau bencana alam, hal tersebut memberikan pesan penting kepada seluruh wilayah Indonesia bahwa situasi sangat serius, kita semua perlu bergerak melakukan sesuatu akan ancaman yang kita hadapi. Di sinilah semua kekuatan bersatu, pemerintah, LSM dan Korporasi bekerja bersama sebagai pemadam kebakaran memadamkan api; api besar ini adalah pemanasan global.


Mengapa menyatakan darurat iklim dapat menjadi solusi krisis yang terjadi?

Indonesia merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kelima di dunia. Gas rumah kaca (terutama CO2 dihasilkan dari aktivitas manusia) adalah sumber pemanasan global. Pengurangan emisi ini sangat penting untuk mitigasi darurat iklim agar menjaga planet bumi tetap aman dan kehidupan manusia juga tetap kondusif.

Di Paris Summit, para ilmuwan dan beberapa perwakilan dari negara berdataran rendah menyatakan peningkatan panas sebanyak 1.5’c merupakan titik maksimal yang tidak boleh dilewati. Para ilmuwan dunia telah memaparkan bahwa pemanasan global akan segera terasa sangat berat dari prediksi. Kelangsungan hidup ekosistem  tergantung kepada pola cuaca, sumber daya alam seperti air dan keseimbangan suhu. 

Membatasi pemanasan global hingga 1.5’C dan patuh kepada anggaran total karbon, yaitu membatasi total emisi karbon CO2. Kita mencapai target ini secara komprehensif agar dalam 8 tahun ke depan kita tetap bisa mengelola pemanasan global dibawah 1.5’C. Untuk mencapai semua itu kita tidak bisa menjalankan bisnis seperti biasa.


Tindakan mendesak dan kolektif diperlukan untuk menghindari konsekuensi bencana.


PETISI DARURAT IKLIM

Mengingat bahwa :

Dampak perubahan iklim sudah banyak menelan nyawa dan menghancurkan ekosistem, hal ini menjadi ancaman bagi peradaban manusia.
Suhu rata-rata global, konsentrasi gas rumah kaca pada atmosfer, ph laut yang kian asam  sudah pada tingkat yang berbahaya.
Dengan adanya panggilan untuk mobilisasi darurat ini mendorong pemerintah untuk merestrukturisasi ekonomi untuk menghadapi ancaman ekstrim.
Mengurangi pengurangan emisi membutuhkan usaha yang sangat besar, seperti memperpanjang moratorium hutan, memperbaiki lahan gambut yang terdegradasi, menerapkan konservasi energi, dan melakukan langkah-langkah mitigasi.


Untuk itu kami menyerukan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, untuk :

Mengumumkan keadaan darurat iklim
Berkomitmen dalam menyediakan perlindungan yang diperlukan untuk masyarakat, ekonomi, ekosistem, dan pelestarian warisan kita; serta untuk berkontribusi penuh dalam pemulihan lingkungan yang aman dan sehat;
Untuk memobilisasi sumber daya yang diperlukan dan, untuk mengambil tindakan mendesak yang efektif pada skala dan tingkat yang diperlukan, untuk memastikan kapasitas mitigasi, adaptasi, dan ketahanan perubahan iklim;
Untuk (mengatasi masalah di atas) mengubah ekonomi menjadi nol emisi dan memberikan kontribusi yang adil untuk mengurangi kelebihan karbon dioksida di udara,
Untuk mendorong semua pemerintah daerah lain di seluruh negara untuk mengambil tindakan yang sama.