Buka Jalur Alternatif Puncak II Untuk Membantu Menyelamatkan Jalur Puncak I.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Bukan rahasia umum lagi jika jalur Puncak 1 sudah menjadi “ticking time bomb” alias bom waktu yang kapan-kapan bisa “meledak” memporak porandakan banyak aspek kehidupan para masyarakat yang bermukim di daerah sekitarnya. Permasalahan nya bukan saja di sebabkan oleh malfungsi dari tanah-tanah resapan namun juga dari overload atau kelebihan beban volume kendaraan yang melewati jalur ini setiap hari nya. Tanpa mengenal istilah weekday atau weekend jalur ini selalu padat di lewati oleh kendaraan-kendaraan roda dua, roda empat dan bahkan oleh kendaraan-kendaraan bermuatan berat. Mengapa demikian? Karena jalur ini adalah jalur satu-satu nya yang tergolong paling “ramah, aman dan singkat” untuk di lalui oleh masyarakat setempat jika ingin mengunjungi kota-kota tetangga seperti Bogor, Cibinong, Depok dan sekitarnya. Sebaliknya “magis” udara yang sejuk dan pemandangan yang indah di daerah Puncak sangat kuat sekali menarik wisatawan domestik untuk selalu berkunjung ke kawasan Puncak dan sekitarnya di akhir pekan sehingga jalur ini selalu di warnai dengan kemacetan yang tak jarang “kronis”. Sungguhlah ironis penggunaan dua kata, ramah dan aman, yang saya pakai pada kalimat di atas ketika melihat apa yang telah terjadi baru-baru ini di kawasan Puncak. Bencana tanah longsor, dari skala kecil sampai besar yang tak jarang menelan korban jiwa kerap terjadi, tidak hanya di tahun ini (2018) saja, namun hampir di setiap tahun sebelum-sebelumnya. Dan apa yang telah pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat lakukan untuk menuntaskan masalah tersebut ?? Jika saya boleh jujur menjawab; tidak ada solusi yang permanen dan pemerintah terkesan selalu reaktif ketika bencana melanda, “tambal sulam” istilahnya.  Klimaks nya sampai pada kejadian bencana tanah longsor yang cukup besar kemarin, terjadi di banyak titik dan menelan korban jiwa yang tidak sedikit pula, barulah pemerintah pusat maupun provinsi terlihat “aktif” namun cenderung terkesan kewalahan mencari solusi untuk permasalahan yang sedang di hadapi sehingga keluarlah keputusan menteri yang menyatakan bahwa jalur puncak akan di tutup selama 10 hari. Jika di lihat dari atas, keputusan tersebut adalah keputusan yang sangat logis dan tepat. Namun, adakah pemerintah melihat nya dari bawah? Bagaimana dengan nasib para pengusaha-pengusaha setempat, khususnya yang terkena imbas langsung atas penutupan jalur ini seperti mereka yang berdomisili di kota Cipanas dan Cianjur. Ada ratusan pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata yang menggantungkan penghasilan nya dari kunjungan para wisatawan dari Jakarta dan daerah sekitarnya. Pernahkah terpikir oleh pemerintah pusat maupun daerah setempat bahwa, jangankan 10 hari, penutupan 1 hari pun sudah terasa berat sekali untuk di tanggung. Lalu apa solusi nya yang lebih tepat nya ? Jika kita gunakan logika akal sehat, solusi yang paling logis adalah pertama, menertibkan pelanggaran-pelanggaran penggunaan tanah resapan dan kedua, membuka akses jalur jalan alternatif sehingga dapat mengurangi beban pada jalur yg existing. Jalur puncak II sudah sering sekali menjadi bahan topik pembicaraan bahkan debat di media-media cetak bahkan di media-media dunia maya. Dari wacana pembebasan tanah sampai rencana pembukaan jalur Puncak II sudah sempat di bahas kesana kemari, namun secara realisasi nya NOL besar. Benarlah perkataan orang yang bijak jika penyesalan itu selalu datang terlambat. Entah pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi merasa menyesal tidak membuka jalur alternatif Puncak II dari dulu atau tidak namun yang pasti sekarang the damage has been done. Namun kembali lagi ke referensi perkataan orang bijak bahwa tidak ada yang terlambat jika benar-benar menginginkan nya, jalur Puncak II harus segera di realisasikan wujud nya dan segera di operasikan, sebelum potensi bencana yang lebih besar lagi terjadi. Oleh karena itu, saya pribadi sebagai seorang warga yg berdomisili di kota Cipanas dan kebetulan memiliki usaha di bidang pariwisata menghimbau dan memohon kepada Presiden RI Bp Joko Widodo, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Jawa Barat untuk segera mewujudkan wacana jalur alternatif Puncak II, yang sudah bertahun-tahun mengendap tak jelas nasib nya. 

Terima Kasih dan Salam Selamat

Nicko El H



Hari ini: Nicko mengandalkanmu

Nicko El Hakim membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Buka Jalur Alternatif Puncak II Untuk Membantu Menyelamatkan Jalur Puncak I.". Bergabunglah dengan Nicko dan 186 pendukung lainnya hari ini.