Petisi ditutup

Bubarkan Ormas FPI yg bertindak radikal dan juga melakukan makar di negeri ini

Petisi ini mencapai 135 pendukung


FPI SUDAH MELAKUKAN SUBVERSIF – MAKAR TERHADAP NEGARA INDONESIA: WAJAR DIBUBARKAN 1. Pendahuluan Perseteruan Ahok dengan FPI semakin seru saja. Ahok telah memberikan rekomendasi pembubaran FPI ke Kemenhumkam dan Mendagri. Sementara FPI melaporkan Ahok mengenai masalah fitnah, perbuatan tidak menyenangkan, dan pencemaran nama baik. Isu perseteruan antara Ahok dengan FPI selalu bergeser-geser, awalnya FPI mewacanakan menolak Ahok karena Ahok bukan muslim, kemudian bergeser menjadi Ahok arogan dalam memimpin DKI. 2. FPI Dibekingin oleh Koalisi Merah Putih? Perseteuran Ahok dengan FPI sepertinya dibayang-bayangi perseteruan antara Koalisi Merah Putih dengan Koalisi Indonesia Hebat. Menurut Kristiadi, Koalisi Merah Putih akan dideklarasikan ke daerah-daerah, tujuannya upaya untuk menghambat pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut Kristiadi, kepengurusan KMP di daerah akan meneruskan perintah dari KMP pusat. Penolakan Ahok menjadi Gubernur DKI bisa dikategorikan juga adalah konflik terselubung antara Koalisi Merah Putih dengan :Koalisi Indonesia Hebat”. Ini ditandai dengan berkonsultasinya FPI dengan Fadli Zon, dan ikut sertanya Wakil Ketua DPRD DKI yang juga politisi Gerindra M Taufik, anggota koalisi Merah Putih bergabung dalam demo FPI menolak Ahok Susuan kepengurusan KMP DKI Jakarta diketuai oleh Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik, dengan sekretaris Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Zainuddin, dan para wakilnya adalah Nachrowi, Ketua DPW PPP DKI Abraham Lunggana, Ketua DPW PAN Ali Taher, dan Ketua DPW PKS Selamat Nurdin.. Maka peserteruan Ahok dan FPI bisa dikatakan adalah perseteruan koalisi Merah Putih dengan Koalisi Indonesia Hebat yang dimainkan di tingkat Propinsi. Walaupun Ahok tidak lagi didukung Gerindra (atau Non Partai), tetapi Ahok dianggap Pro Jokowi dan menjadi bagian untuk mengganggu pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. 3. FPI Sudah Melakukan Subersif – Makar: Cara Membuktikannya Sebagai Berikut. Dalam kamus bahasa Indonesia, subersi(f) dijelaskan, gerakan yang mengambil bagian dari usaha atau rencana menjatukan kekuasaan yang sah dengan menggunakan cara di luar undang-undang, dan makar dijelaskan akal bulus, tipu muslihat, perbuatan usaha menjatuhkan pemerintah yang sah. Sebelum menjelaskan subvesif makar gaya FPI akan dijelaskan 3 wujud kebudayaan. Parsons mendefinisikan kebudayaan sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola. Suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola, mempunyai 3 wujud. Pertama wujud Ide, gagasan, isinya berupa ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma, adat istiadat, peraturan, yang tidak dapat dipotret. Kedua wujud material atau wujud artifak sebagai benda-benda hasil karya manusia, dapat dipotret, dan ketiga wujud perilaku sebagai kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dan masyarakat. Kembali ke Subersif - Makar FPI. Awalnya FPI menolak Ahok menjadi Gubernur karena Ahok bukan seorang muslim. Wacana FPI ini dapat dipahami dari wujud kebudayaan sebagai berikut: 3.1 Wujud Ide. Ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan-peraturan yang hendak dijadikan FPI sebagai landaasan penolakan Ahok menjadi Gubernur adalah karena Ahok bukan muslim. Berarti disini ada ideologi tersendiri yang berbeda dengan ideologi dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia ini. 3.2 Wujud Aktivitas. Adanya ideologi tersendiri yang berbeda dengan ideologi dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia ini, ini ditandai dengan aktivitas atau rekam jejak FPI. Berdasarkan catatan Tempo on line, aktivitas atau rekam jejak FPI antara lain: September 1999: Laskar Pembela Islam menutup tempat perjudian di Petojo Utara serta tempat pelacuran di Ciputat dan Tanah Abang. 4 Mei 2001: Massa FPI mendatangi studioSCTVJakarta. Mereka memprotes penayangan telenovelaEsmeralda, yang di dalamnya ada tokoh antagonis bernama Fatimah. FPI khawatir citra buruk Fatimah bisa mencitrakan hal yang sama pada Fatimah Azahra, putri Nabi. Akhirnya,SCTVmenghentikan penayangan telenovela tersebut. 20 April 2003: Pimpinan FPI, Habib Rizieq, ditahan karena dianggap menghina kepolisian lewat dialog diSCTVdanTrans TV.Ia sempat dibawa kabur pendukungnya, tapi akhirnya divonis 7 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 29 Juli 2003. 18 Desember 2003: FPI akan mengubah paradigma perjuangan dari aksi massa dan kelaskaran ke pendidikan. 28 Oktober 2004: FPI bertekad tetap melakukansweepingtempat hiburan selama bulan Ramadan. 1 November 2004: FPI bentrok dengan Forum Masyarakat Kemang. Sekitar 500 anggota FPI merusak kafe di Kemang. 23 Desember 2004: Sekitar 150 anggota FPI bentrok dengan satpam JICT Tanjung Priok. 27 Desember 2004: FPI Pusat terjunkan relawan ke Aceh pascatsunami. 27 Juni 2005: FPI menyerang acara kontes Miss Waria di gedung Sarinah, Jakarta. 9 Juli 2005: Sekitar 400 orang beratribut FPI datang menyerbu kampus Mubarak. Amin Djamaluddin memimpin langsung aksi tersebut. Mereka memberi ultimatum, dalam hitungan 7 x 24 jam, FPI akan bertindak lebih tegas lagi. 12 April 2006: FPI menyerang dan merusak kantor majalahPlayboy. 20 Mei 2006: Anggota FPI menggerebek sebelas lokasi yang dinilai sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek, Pondok Gede, Jakarta Timur. 21 Mei 2006: FPI menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon, yang menolak RUU Anti-Pornografi dan Pornoaksi. 1 Juni 2008: Massa FPI bentrok dengan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang berdemo memprotes surat keputusan bersama tentang Ahmadiyah. Pada peristiwa ini, 27 aktivis AKKBB mengalami luka-luka. 4 Juni 2008: Habib Rizieq dan 59 pengikutnya diciduk di markasnya terkait dengan penyerangan AKKBB. 9 Oktober 2009: FPI mendemo rumah produksi Maxina Picture di kompleks Hotel Ibis Mangga Dua, yang hendak mendatangkan aktris porno Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi. 14 April 2010: FPI ikut serta mempertahankan makam Mbak Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara. 31 April 2010: FPI membubarkan acara kaum waria di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok. 24 Juni 2010: FPI Banyuwangi bersama Forum Umat Beragama (FUB) dan LSM Gerak membubarkan acara sosialisasi kesehatan gratis oleh anggota Komisi IX DPR RI. Mereka menudingnya sebagai acara temu kangen eks anggota PKI. 7 Februari 2011: Ketua FPI Bekasi Raya Murhali Barda dituntut 6 bulan penjara karena mengarahkan anak buahnya untuk berdemo menolakHuria Kristen Batak Protestan (HKBP). 27 Agustus 2011: FPI mendatangi studioSCTV. Mereka mendesak stasiun televisi nasional itu membatalkan penayangan film berjudul?, yang menurut mereka menggambarkan umat Islam bengis dan jahat. 4 Mei 2012: FPI membubarkan diskusi Irshad Manji di Salihara, Jakarta. Diskusi ini berkaitan dengan peluncuran bukuAllah, Liberty & Love:Suatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan, Suara Baru Reformis Muslim Kontemporer. Mereka menuduh buku itu berisi pemikiran sesat. 4 Mei 2012: FPI menolak konser Lady Gaga. FPI akan mengerahkan sekitar 30 ribu pengunjuk rasa untuk memboikot konser Lady Gaga. Konser rencananya dilaksanakan 3 Juni 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. 28 Juni 2013: Juru bicara FPI, Munarman, menyiram secangkir air kepada pengamat sosial, Tamrin Amal Tomagola, saat keduanya hadir sebagai narasumber dalam perbincangan dalam acaraApa Kabar Indonesia Pagi, yang disiarkan secara langsung olehTV One. Keduanya dihadirkan untuk membahas pelarangansweepingdi tempat hiburan malam selama bulan Ramadan. 3 Oktober 2014: Massa FPI bentrok dengan polisi dan melempari gedung DPRD DKI Jakarta. Mereka menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Aksi-aksi FPI sebagai ormas yang berperilaku melebihi polisi itu adalah bentuk lain perilaku subversif-makar yang dilakukan. FPI adalah ormas ada aturan-aturan yang mengaturnya, namun mereka bertindak seolah-olah polisi, penegak hukum. Kecuali tadi bukan ormas tetapi massa atau gerombolan massa bisa dia berperilaku sesuka hatihnya ini masih bisa diterima akal sehat. Namun ini ornas yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri. Kemudian keinginan FPI untuk mengganti Gubernur DKI di luar ketentuan perundang-undangan yang sudah disetujui oleh rakyat melalui keputusan DPR, juga jelas-jelas dapat dikatakan makar subersif. 4. Wajar Dibubarkan Ggagasan tersembunyi dibalik wujud ide, gagasan dan perilaku penolakan Ahok adalah penegakan Syariat Islam ke ruang publik nasional. Secara tidak langsung bisa dikategorikan secara terselubung ingin merubah ideologi negara. Konsekwensi ideologi negara berubah menjadi ideologi agama, agama apapun, Indonesia sebagai negara kemungkinan besar bubar dan pecah menjadi negara-negara merdeka. Berdasarkan uraian di atas, jelaslah FPI dapat dikategorikan kepada subersif - makar. Kalau FPI hanya mewacanakan pelaksanaan syariat Islam, hanya di dalam kelompoknya, FPI tidak dapat dikategorikan subersif - makar, karena wacana tersebut masih berada di dalam ruang “kelompoknya”, akan tetapi bila wacana tersebut diangkat menjadi wacana nasional, perilaku tersebut dapat dikategorikan subersif - makar, sebab wacana nasional kita secara ide, secara gagasan adalah gagasan-gagasan nasionalisme multikulural bukan syariat Islam, atau hukum kristen, atau hukum adat (kalau ada) sebab Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan Pancasila. Di sinilah letak titik subersif - makarnya FPI. Sama dengan yang dilakukan oleh Abubakar Ba`asyir. Melalui ideologi yang dianut FP,  FPI seolah-olah punya mandat dari Allah untuk menghakimi yang tidak seide dengan mereka, padahal Allah tidak pernah memberi mandat kepada FPI (termasuk kepada manapun) untuk mewakili kepentingan Allah atas dunia ciptaan Allah ini. Disini melencengnya paham FPI tersebut. Maka dilihat dari perilakunya atau rekam jejaknya seperti yang ditulis tempo di atas (bukan ideologinya) wajar FPI dibubarkan.



Hari ini: Andi mengandalkanmu

Andi Wijaya membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Bubarkan Ormas FPI yg bertindak radikal dan juga melakukan makar di negeri ini". Bergabunglah dengan Andi dan 134 pendukung lainnya hari ini.