Boikot Sepakbola Indonesia atas Penghilangan Nyawa antar Suporter!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kekerasan hingga penghilangan nyawa antar kelompok suporter sepakbola Indonesia masih juga terjadi. Dalam kurun waktu 2012-2018 sudah ada 7 kasus penghilangan nyawa oleh suporter. Alm. Rangga Cipta Nugraha (Mei 2012), Alm. Lazuardi (Mei 2012), Alm. Dani Maulana (Mei 2012), Alm. Gilang (November 2016), Alm. Harun Al Rasyid (November 2016), Alm. Ricko Andrean (Juli 2017), dan yang baru baru ini terjadi dan semoga menjadi yang terakhir dalam kasus kekerasan antar suporter ini adalah Alm. Haringga Sirilla (September 2018).

Penghilangan nyawa dalam sepakbola sepantasnya tidak boleh terjadi, sepakbola sungguh sangat tidak sebanding dengan nyawa. Apalah arti sebuah kemenangan klub kebanggaan jika harus ada nyawa yang dipertaruhkan?. Sepakbola indah seharusnya tidak hanya ada di dalam lapangan sebagai taktik tim, sepakola indah harus juga berada di luar lapangan untuk diterapkan oleh kelompok suporter sepakbola Indoneisa.

Hingga saat ini penyelesaian kasus yang tidak jelas membuat suporter sama sekali tidak jera untuk melakukan pengulangan penghilngan nyawa tersebut. Sanksi-sanksi yang diberikan juga tidak membuat itu berhenti.

PSSI harusnya memberikan sanksi tegas untuk perilaku barbar kelompok suporter ini, sepakbola hanya hiburan bukan kuburan.

Boikot sepakbola Indonesia menjadi satu-satunya jalan jika memang kasus seperti ini tidak diusut dengan tuntas dan memberikan sanksi-sanksi berat kepada kelompok supoter atau klub sepakbolanya.

Stop untuk menjadikan sepakbola Indonesia tontonan jika masih ada nyawa yang hilang!

JIKA NYAWA HARGANYA, SEPAKBOLA SEHARUSNYA TIDAK ADA!

 



Hari ini: Fachrul mengandalkanmu

Fachrul Reza membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Boikot Sepakbola Indonesia atas Penghilangan Nyawa antar Suporter!". Bergabunglah dengan Fachrul dan 62 pendukung lainnya hari ini.