BERSIHKAN JEMBATAN LAYANG KELOK 9 DARI TENDA PEDAGANG

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kelok 9 atau Kelok Sembilan adalah ruas jalan berkelok yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menuju Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera.

Pembangunan jembatan layang Kelok 9 mulai dilakukan pada 2003. Proyek yang menghabiskan anggaran senilai Rp 580 Milliar ini, pengerjaannya ditangani dalam dua tahapan pembangunan. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, terdiri dari enam jembatan dengan panjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter.

Butuh waktu 10 tahun untuk menikmati kemegahan jembatan layang yang diapit oleh dua cagar alam ini. Lokasi jembatan yang membelah perbukitan tak ayal menarik hati setiap pengendara yang melewatinya. Panorama Bukit Barisan terlihat sangat indah bila disaksikan dari atas jembatan ini. Wajar apabila saat ini, Jembatan Layang Kelok 9 menjadi primadona dan kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Barat.

Keindahan dan kemegahan yang dimiliki oleh jembatan ini selalu menarik perhatian setiap pengendara yang melintasinya, banyak diantara mereka yang sengaja untuk berhenti sejenak untuk mengabadikan panaroma tersebut dengan mengambil foto maupun video.

Perilaku pengendara inilah yang pada akhirnya menjadi titik awal dari kemunculan tenda-tenda pedagang makanan dan minuman. Berawal dari beberapa tenda, seiring berjalannya waktu jumlah tenda yang berdiri di sepanjang jalan layang ini makin bertambah dan merusak keindahan serta kemegahan jembatan tersebut.

Padahal sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun rest area disekitar jembatan untuk menata para pedagang agar berjualan pada tempatnya. Namun ketegasan dari aparat penegak hukum setempat menjadi pertanyaan? Karena sampai detik ini penataan jembatan layang Kelok 9 masih jauh dari harapan.

Perlu adanya tindakan persuasif dari aparat penegak hukum untuk menertibkan tenda-tenda tersebut agar berjualan pada tempat yang telah disediakan. Peran pemerintah daerah juga sangat diperlukan, agar pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jembatan dapat ditata dan ditempatkan di lokasi yang layak dan tidak mengotori keindahan dan kemewahan jembatan layang ini.

Jembatan ini telah menghabiskan biaya yang tidak sedikit, maka sangat wajar bagi kita semua untuk menjaga dan mempertahankan keindahannya agar kelak juga dapat dinikmati oleh anak cucu kita.

 



Hari ini: Ricky mengandalkanmu

Ricky Masri membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: BERSIHKAN KELOK 9 DARI TENDA PKL". Bergabunglah dengan Ricky dan 24 pendukung lainnya hari ini.