BEKUKAN IZIN OPERASI LION AIR

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


MURAH SIH OK, KESELAMATAN WAJIB

Selain sering delay dan masalah keamanan bagasi penumpang, maskapai Lion Air diduga kuat memiliki banyak masalah teknis yang sangat membahayakan keselamatan penumpang, termasuk yang terbaru adalah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat yang diduga telah menyebabkan tewasnya 189 penumpang dan kru. 

Berikut berbagai insiden yg terjadi dengan pesawat-pesawat Lion Air dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2006-2018), dikutip dari acara live KompasTV tanggal 31 Oktober 2018: 

1) 4 Maret 2006: Lion Air penerbangan 8987, rute Dempasar - Surabaya tergelincir saat mendarat di bandara Juanda, Surabaya;

2) 24 Desember 2006: Lion Air penerbangan 792, rute Jakarta - Makassar - Gorontalo tergelincir di bandara Hasanuddin Makassar;

3) 9 Mei 2009: Lion Air PK-LIL MD-90, tergelincir di bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten; 

4) 3 November 2010: Lion Air penerbangan JT 712, rute Jakarta - Pontianak - Jakarta tergelincir di bandara Supadio, Pontianak; 

5) 14 Februari 2011: Lion Air penerbangan 592, rute Jakarta - Pekanbaru tergelincir saat mendarat di bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru; 

6) 15 Februari 2011: Lion Air penerbangan JT 0295, rute Medan - Pekanbaru - Jakarta tergelincir di Pekanbaru;

7) 23 Oktober 2011: Lion Air penerbangan JT 673 tergelincir sejauh 15 meter di bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur; 

8) 30 Desember 2012: Lion Air penerbangan 716, rute Jakarta - Pontianak tergelincir di bandara Supadio, Pontianak; 

9) 13 April 2013: Lion Air dari Bandung tujuan Bali terjatuh di perairan dekat bandara Ngurah Rai, Bali saat akan mendarat; 

10) 29 Oktober 2018; Lion Air PK-LQP, penerbangan JT 610, rute Jakarta - Pangkal Pinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari bandara Soekarno Hatta. 

 Dengan memperhatikan: 

1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan;

2) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan;

3) Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 78 Tahun 2017 Tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Peraturan Di Bidang Penerbangan;

4) Sanksi terhadap Direktur Teknik Perusahaan Lion Air yang telah diberikan perusahaan atas rekomendasi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia; 

5) Kerugian material dan non material, termasuk kehilangan nyawa dan trauma psikologis para penumpang dan keluarga mereka; serta

6) Dampak psikologis negatif  terhadap para calon penumpang berupa ketakutan dan/atau keraguan menggunakan penerbangan Lion Air di waktu-waktu yang akan datang, maka dengan ini dimintakan: 

Kepada, Yth Menteri Perhubungan Republik Indonesia untuk: 

1) Melakukan audit menyeluruh terhadap perusahaan Lion Air dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan bidang penerbangan sipil sebagaimana diatur dalam Pasal 4a Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 98 Tahun 2017;

2) Memberikan sanksi administratif pembekuan izin operasional penerbangan perusahaan Lion Air sebagaimana diatur dalam Pasal  11b Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 98 Tahun 2017;

3) Bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk mengambil tindakan hukum pidana terhadap semua pihak yang bertanggungjawab dalam kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, rute Jakarta - Pangkal Pinang pada tanggal 29 Oktober 2018 yang diduga telah menewaskan 189 penumpang dan kru pesawat. 

Diharapkan dengan adanya sanksi yg jelas, terukur dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, maka akan dapat:

1) Memberikan efek jera kepada perusahaan Lion Air dan juga perusahaan-perusahaan penerbangan lainnya agar secara serius memperhatikan dan menjalankan SOP keselamatan penerbangan sipil sesuai aturan standar nasional dan internasional;

2) Memberikan rasa aman kepada para calon penumpang pengguna pesawat Lion Air maupun pesawat maskapai lainnya;

3) Menunjukan ketegasan Pemerintah sebagai pengawas sehingga menumbuhkan kembali dan memperkuat rasa percaya rakyat terhadap Pemerintah dan semua lembaga negara terkait, termasuk DPR RI dalam mengawasi dan memberikan sanksi terhadap korporasi yg terbukti melanggar peraturan perundang-undangan. 

 



Hari ini: Pellokila mengandalkanmu

Pellokila Penjelajah membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: BEKUKAN IZIN OPERASI LION AIR". Bergabunglah dengan Pellokila dan 347 pendukung lainnya hari ini.