Bebaskan Uyghur

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


MENGAPA HARUS PEDULI ETNIS UIGHUR?

Sahabat, mungkin banyak dari kita masih bertanya-tanya, siapakah Etnis Uighur yang akhir-akhir ini tengah menjadi perbincangan dan apa yang sedang terjadi pada mereka.

Berikut sedikit gambaran, agar kita paham mengapa kita harus turut peduli dan memberikan support untuk mereka.

Uighur adalah sebuah Etnis yang mayoritas penduduknya beragama Muslim berjumlah 11 juta orang di barat Xinjiang, China. jumlah mereka adalah 45% dari keseluruhan penduduk disana. Mereka melihat diri mereka secara budaya dan etnis dekat dengan negara-negara Asia Tengah, dan bahasa mereka mirip dengan Bahasa Turki.

Xinjiang merupakan wilayah terbesar di negara China. Meliputi 1/6 luas dataran di negara ini. Xinjiang berbatasan dengan beberapa negara, termasuk India, Afghanistan dan Mongolia. Wilayah Xinjiang kaya akan sumber daya alam seperti minyak bumi, gas, dan uranium. Wilayah ini juga penyedia produksi kapas terbesar di negaranya.

Human Rights Watch mengatakan, sedang terjadi pengawasan ketat orang-orang dari etnis Uighur, hingga satu juta orang dikatakan ditahan untuk dimasukan ke dalam kamp-kamp konsentrasi. Kelompok-kelompok HAM mengatakan orang-orang di kamp-kamp tersebut dibuat untuk belajar bahasa Mandarin dan diajak untuk meninggalkan keyakinan mereka.

Program Newsnight BBC pernah mewawancarai mantan tahanan yang melarikan diri dari kamp konsentrasi ini, panggil saja, Omir, ia berkata:

"Mereka tidak membiarkan saya tidur, mereka menggantung saya selama berjam-jam dan memukuli saya. Mereka memiliki tongkat kayu dan karet tebal, cambuk yang terbuat dari kawat bengkok, jarum untuk menusuk kulit, tang untuk mencabut paku. Semua alat-alat ini ditampilkan di meja di depan, siap digunakan kapan saja. Dan aku bisa mendengar orang lain juga berteriak. "

Kritik internasional semakin meningkat tentang perlakuan China terhadap Muslim Uighur, tetapi, belum ada negara yang mengambil tindakan apa pun selain mengeluarkan pernyataan kritis.

Source: bbc.com