Predator Anak Dibebasin? Hukum Pelaku Pencabulan Anak di Depok!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 50.000.


Pak Presiden Jokowi, Tolong Anak-anak Korban Kekerasan Seksual.


Akhir Mei 2020 lalu terbongkar dan telah dilaporkannya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak di bawah umur di sebuah rumah ibadah di Depok Jawa Barat. Sudah ada dua anak yang menjadi korban yang melaporkan ke Polres Depok kekerasan seksual yang dialaminya dari tersangka SPM (42 tahun).

Sampai hari ini sudah ada 21 orang anak korban yang melapor kepada kami tim pendamping korban, usia para korban berusia sekitar 11 tahun - 15 tahun. Modus pelaku adalah dengan berpura-pura mengajak rapat, mengajak jalan-jalan dan makan bersama, kegiatan keagamaan, memberi sepatu dan pakaian mahal kepada korban.

Kejahatan seksual yang pelaku ini sudah dilakukannya, setidaknya sejak tahun 2002 hingga 2020 ini. Bisa jadi korbannya sangat banyak dan perlu penanganan tegas dan tuntas.


Begitu pula pada liputan Majalah Tempo edisi 24 Agustus 2020 juga selanjutnya beberapa media massa lainnya mengungkap adanya pembiaran kasus kekerasan seksual terhadap anak di Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani Depok, Jawa Barat.

Kasus tersebut sudah dilaporkan pada September 2020 oleh Farid Ari Fandi, seorang penggiat pendampingan anak ke Polres Depok, Jawa Barat. Farid, pasang badan sebagai pelapor terhadap LLN atau biasa dikenal sebagai Bruder Angelo.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI sebagai lembaga negara yang bertugas mengawasi dan melakukan perlindungan terhadap Indonesia justru menyerahkan pelaporan kepada Farid Ari Fandi sebagai pelapor atas dugaan kekerasan seksual terhadap anak-anak di Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani Depok.

Begitu pula selama proses pemeriksaan di kepolisian pun pihak KPAI lepas dan melepas tidak membantu Farid sebagai agar laporan berjalan baik. Penanganan hukum oleh pihak kepolisian berjalan tidak baik dan bermasalah.

Akhirnya pada tanggal 9 Desember 2019 Farid diminta dan "ditekan" agar mencabut laporan terhadap Bruder agar dicabut. Alasan polisi mendorong mencabut laporannya adalah telah habis masa tahanan pemeriksaan Bruder Angelo oleh polres Depok.

Akhirnya Farid mencabut laporannya setelah berusaha mengontak KPAI agar bisa mendukung dan polisi tidak menekan dirinya mencabut laporan tetapi tidak berhasil. Aneh sekali polisi meminta Farid mencabut laporan karena persoalan profesional dan kegagalan polisi serta KPAI salam kasus bruder Angelo ini.

Pengalaman penanganan hukum dari dua kasus kekerasan seksual terhadap anak di Depok ini menunjukan betapa negara dalam hal KPAI dan kepolisian sangat lambat dan tidak pro korban. Kondisi ini membuat rusaknya perlindungan hak anak Indonesia dan terjadi terus kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia.

Sampai saat ini kami masih melakukan pendamping bagi korban dan kasus pencabulan di rumah ibadah di Depok masih melakukan penelusuran terhadap anak-anak yang jadi korban kekerasan seksual SPM.

Begitu pula sekarang kami membantu mendampingi advokasi kasus kekerasan seksual terhadap di Panto Asuhan Kencana Bejana Rohani Depok Jumlah korban dari kedua kasus sangat banyak, ini menunjukan bahwa para pelaku kekerasa seksaul adalah seorang predator dan perlu langkah hukum jelas berpihak pad korban dan sanksi hukum yang berat.

Langkah hukum dan hukuman berat perlu diberikan terhadap pelaku sebagai:
1. Pendidikan bagi masyarakat dan pemerintah bahwa kekerasan seksual adalah kejahatan dan harus dilaporkan dan dihukum berat,
2. Pendidikan bagi masyarakat dan pemerintah bahwa penuntasan secara hukum untuk memutus rantai kejahatan seksual di sekitar kita.
3. Pendidikan bagi masyarakat dan pemerintah bahwa predator ada berkeliaran di sekitar kita dan membutuhkan hukum yang tegas untuk melindungi anak-anak dari kejahatan seksual para predator.

Predator ada di sekitar kita. Jangan berdamai dengan para predator. Tangkap dan laporkan predator ke polisi. Lindungi anak-anak kita dan selamatkan masa depan mereka. Untuk kami mohon kepada bapak Presiden Jokowi menolong dan melindungi anak-anak Indonesia dari kejahatan seksual para predator.

Kami para korban, keluarga korban dan tim pendamping memohon bantuan bapak Presiden Jokowi serta seluruh rakyat Indonesia untuk berpihak pada korban serta membantu perjuangan para korban menghapuskan kejahatan seksual.

Kami sangat berharap bapak presiden Jokowi membangun langkah perbaikan agar lembaga negara sepwlerti KPAI dan kepolisian bekerja sesuai mandat hukumnya dan benar-benar melindungi anak juga para korban.

Bantu tanda tangani dan sebarkan surat ini sebagai dukungan melindungi anak-anak dan masa depan anak-anak kita. Terima kasih.

Jakarta, 4 September 2020
(Azas Tigor Nainggolan, Kuasa Hukum Anak-anak Korban Pencabulan di Depok, Jawa Barat).