Dukung Presiden Penuhi Janji Ratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa

Dukung Presiden Penuhi Janji Ratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.
Dengan 2.500 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin untuk diliput oleh media lokal!

English Version

Kak Rud & Bang Jos, tidak terasa 5 tahun sudah dilewati tanpa berjumpa, tanpa cerita, dan tanpa panggilan video. Sejak November 2016 kami kehilangan kontak dengan Kak Rud dan Bang Jos. 

Sudah begitu  banyak usaha yang kami lakukan tapi hasilnya nihil. Apakah karena kami orang yang kurang mampu? Hanya segelintir orang yang peduli kepada kami, apakah karena kami bukan orang yang memiliki jabatan? Kami menduga mereka dihilangkan secara paksa oleh oknum aparat tertentu. Makanya polisi sendiri gak bisa menemukan jejak mereka. 

Ini adalah cerita Rosmawati. Kasusnya hanyalah sebagian kecil dari ratusan kasus orang yang dipaksa hilang. Bahkan kalau kita lihat dari sebelum reformasi, ada puluhan ribu orang yang hilang.

Dan mereka adalah anak, kakak, atau adik dari keluarga yang terus menunggu kabar.

Ternyata akar masalahnya, karena memang belum undang-undang yang khusus mengatur kasus penghilangan paksa seperti ini. Mengatur hak keluarga yang terdampak dan bagaimana mereka kedepannya pun belum ada aturannya. 

Padahal 11 tahun lalu, Pemerintah Indonesia sudah menandatangani Konvensi Anti Penghilangan Paksa. Artinya, Pemerintah Indonesia setuju untuk meratifikasinya menjadi undang-undang. 

Meskipun sudah pernah masuk di DPR pada tahun 2013, pembahasannya ditunda dengan alasan masih membutuhkan waktu untuk konsultasi dan mengkaji ulang. 

Saat ini, Kantor Staf Presiden berkomitmen untuk mendorong dan mengawal Sekretariat Negara supaya Izin Prakarsa segera dikeluarkan oleh Presiden. Kabar baiknya, 6 dari 9 fraksi di DPR juga sudah setuju. 

Tapi, kita gak boleh lengah! Mengingat banyaknya peristiwa terjadi setahun ini. Kami kuatir ratifikasi ini akan ditunda lagi seperti yang terjadi selama 11 tahun

Karena itulah, lewat petisi ini kami mau ajak kamu mendukung Presiden untuk penuhi janji dan meratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa.

Dukung petisi dan sebar tagar #DipaksaHilang ya teman-teman. Dukunganmu akan diserahkan ke Pemerintah dan DPR jelang hari HAM, yaitu di 1 Desember 2021. 

Ini sangat penting dalam melindungi hak keluarga korban yang terdampak akibat hilangnya orang yang dikasihi. Selain itu, bagi korban yang dihilangkan ketika masih anak-anak, Konvensi ini melindungi hak mereka agar tidak kehilangan identitas asal dan keluarga.

Sudah cukup! Jangan lagi ada korban penghilangan paksa. 

Tertanda,

Koalisi Indonesia Anti Penghilangan Paksa

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.
Dengan 2.500 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin untuk diliput oleh media lokal!