Jangan dukung PSI yang menolak Perda berbasis agama

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Berawal dari pernyataan Ketua Umum PSI Grace Natalie yang menolak diberlakukan Perda Syariah dan Injil. Dia memberikan contoh pada kasus di salah satu provinsi yang mengatur tentang jam malam, ia berpendapat bahwa hal itu dapat membatasi aktivitas perempuan di malam hari. Misalnya, untuk perempuan pedagang sirih yang sering berjualan saat malam menjelang. Menurutnya, hal ini sangat merugikan mereka. Sebab, banyak juga dari kaum perempuan yang menjadi kepala rumah tangga dan harus menafkahi keluarganya. Kalaulah peraturan negara dipisah dengan agama pastilah tidak baik. Karena aturan agama tidak lepas dari kehidupan bernegara, terutama Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Dampak yang akan terjadi apabila aturan agama dilepaskan dalam kehidupan bernegara walaupun hanya otonomi daerah, warga negara akan melupakan aturan agamanya sendiri.