Petisi ditutup

Jadikan Perguruan Tinggi sebagai Pusat Pembelajaran Kebangsaan, Kebhinekaan, dan Toleransi

Petisi ini mencapai 92 pendukung


Betapa situasi saat ini menunjukkan bahwa prasangka, kebencian, fitnah, intoleransi, dan kekerasan sungguh mengusik kebhinekaan dan demokrasi kita. Semangat hidup bersama di atas perbedaan dan semangat kebangsaan yang mendasari para pendiri bangsa ini membangun Indonesia menghadapi tantangan serius. Menguatnya politik identitas yang mengedepankan kepentingan kelompok dan golongan serta minimnya ruang-ruang perjumpaan yang memungkinkan dialog antar kelompok yang berbeda membuat bangsa ini tersekat-sekat yang pada gilirannya membuat ikatan persaudaraan dan solidaritas anak bangsa merenggang.

Perguruan Tinggi dan Akademisi sebagai komunitas dan kelompok intelektual memiliki tanggungjawab moral dan peran strategis dalam menyikapi persoalan kebangsaan tersebut dengan menyuarakan pandangan moderat dan mengambil langkah kongkrit menghidupkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan cinta tanah air baik di ruang-ruang kelas maupun di ruang public.

Perguruan Tinggi dan Akademisi sepatutnya berhenti menjadi mayoritas diam karena dengan diam akan membuat ancaman disitengrasi bangsa semakin akut. Perguruan Tinggi harus menjadi tempat-tempat pembelajaran akan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme dan cinta tanah air dan para akademisi hendaknya menjadi corong dalam menyuarakan nilai-nilai tersebut dengan mengajarkan sikap dan perilaku toleran, menghargai perbedaan, hormat terhadap hak setiap warga negara serta menjauhi sikap dan perilaku memaksakan kehendak dan penggunaan kekerasan dalam penyelesaian konflik dan perbedaan.

Atas nama anak bumi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, dengan didorong oleh semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa, kehidupan harmoni dan toleransi, nilai kemanusiaan dan keadilan serta sebagai wujud terima kasih kepada pendiri dan pemimpin-pemimpin bangsa ini yang telah membangun bangsa Indonesia, kami mendesak Presiden, Menteri Ristek dan Dikti, Menteri Agama dan Rektor/Ketua Perguruan Tinggi di Indonesia untuk:

  1. Menjadikan Perguruan tinggi sebagai tempat peneguhan bahwa Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai ideologi dan bentuk negara merupakan pilihan yang sudah final maka seluruh elemen bangsa memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga dan merawat Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Menjadikan Perguruan Tinggi sebagai tempat untuk menyuarakan akan pentingnya negara mewujudkan keadilan ekonomi, sosial dan politik serta sebagai pendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah yang terukur dalam mewujudkan keadilan ekonomi, sosial dan politik bagi seluruh warga negara tanpa membedakan identitas sosialnya.
  3. Menjadikan Perguruan Tinggi sebagai tempat peneguhan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang telah dipilih dan disepakati oleh bangsa ini dan menjadi tempat penguatan Pancasila sebagai landasan bagi seluruh proses-proses demokrasi di Indonesia.
  4. Menjadikan Perguruan Tinggi sebagai lembaga yang aktif mendorong negara untuk melaksanakan kewajiban menghormati, melindungi dan memenuhi hak sipil dan politik setiap Warga Negara Indonesia, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, dan golongan sesuai dengan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kerangka Hak Asasi Manusia.
  5. Menjadikan Perguruan Tinggi sebagai tempat persemaian kesadaran “Meski Berbeda, Kita Saudara” dalam rangka menjaga Indonesia yang majemuk. 
  6. Menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat-pusat pembelajaran kebangsaan, kebhinekaan, toleransi, nasionalisme, dan cinta tanah air. 
  7. Menindak sesuai hukum yang berlaku kepada siapa saja yang mengusung ideologi anti kebhinekaan, intoleransi dan menyebarkan hasutan kebencian di ruang publik yang dapat mendorong terjadinya konflik dan mengusik suasana damai bangsa Indonesia. 
  8. Menjadikan Perguruan Tinggi sebagai ruang perjumpaan antar kelompok masyarakat yang berbeda dalam rangka mensinergikan berbagai elemen bangsa dan meleburkan sekat SARA bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.


Hari ini: Rahim mengandalkanmu

Rahim Bangsa membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Jadikan Perguruan Tinggi sebagai Pusat Pembelajaran Kebangsaan, Kebhinekaan, dan Toleransi". Bergabunglah dengan Rahim dan 91 pendukung lainnya hari ini.