Jadikan edukasi seksual sebagai pelajaran wajib di sekolah

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Berdasarkan catatan tahunan Komisi Perempuan Indonesia, pada tahun 2018 terdapat 699 korban pemerkosaan dimana pelaku datang dari kerabat dan kenalan dekat korban. Infografis yang dirilis oleh IDN Times juga menunjukkan bahwa rata-rata 30% dari total kasus kekerasan seksual tidak dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Salah satu alasan tingginya tingkat kekerasan seksual di Indonesia adalah kurangnya pemahaman anak muda dan remaja Indonesia mengenai batasan interaksi yang bisa bersifat seksual serta bahaya yang dapat mengancam organ reproduksi mereka.

Di Indonesia, pendidikan seksual masih dianggap sebagai hal yang tabu. Tidak adanya pendidikan seksual telah menjadi salah satu alasan tingginya tingkat pemerkosaan dan kekerasan seksual di Indonesia. Kurangnya pengetahuan tentang batasan dan tindakan yang bersifat seksual telah memakan banyak korban, terutama pada anak-anak.

Banyak kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur tidak segera dilaporkan karena para korban pada awalnya tidak tahu kalau tindakan yang telah dilakukan ke mereka adalah bentuk pencabulan.

Pelaku kekerasan seksual juga dapat didasari oleh karena mereka tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah bentuk kekerasan seksual.

Dengan adanya pendidikan seksual, anak-anak dan remaja akan mendapatkan wawasan mengenai kesehatan organ reproduksi mereka, serta membuat mereka lebih tanggap dan dapat terhindar dari melakukan dan menjadi korban kekerasan seksual

Demikian pernyataan ini kami buat dengan pertimbangan dampak yang dapat dihasilkan oleh perubahan ini. Dukung petisi ini untuk meraih masa depan yang lebih baik untuk generasi muda kita.

 



Hari ini: Furqon mengandalkanmu

Furqon Sandiva membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Jadikan edukasi seksual sebagai pelajaran wajib di sekolah". Bergabunglah dengan Furqon dan 93 pendukung lainnya hari ini.