Puluhan Anak Meninggal, Reklamasi Lubang Tambang ‘Danau Biru’!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


“Korban jiwa itu di mana-mana terjadi. Ya namanya nasibnya dia, meninggalnya di kolam tambang. Kan gitu. Gitu aja, prihatin.” 

Itu kata-kata dari Gubernur Kaltim, Isran Noor, ketika ditanya tentang kematian dua anak di lubang galian tambang batu bara.

Satria meninggal bersama sahabatnya, Rizky. Mereka masih belia, tapi telah menjadi korban ke-38 dan 39 di lubang bekas galian tambang batu bara di Kalimantan Timur. Tempat yang orang-orang kenal sebagai ‘Danau Biru.’ 

Memang, tambang merupakan sektor yang menyokong hampir 50% perekonomian di Kalimantan Timur. Masalahnya, seringkali lubang bekas galian tambang batu bara, seperti ‘Danau Biru’ dibiarkan terbuka, tidak direklamasi dan direboisasi.

Padahal, bisa dilihat kalau dampaknya gak cuma pada lingkungan. Tapi juga berdampak pada kehidupan masyarakat. 

Sudah ada peraturan tentang tata cara pemulihan lubang galian tambang (reklamasi). Salah satu yang harus dilakukan adalah reboisasi dan revegetasi. Tapi kok, kayaknya peraturan itu dianggap remeh, ya?

Kalau dari awal bekas tambang ini ditutup dan direboisasi, saya yakin gak akan ada anak yang meninggal. Kalimantan Timur juga bisa hijau kembali.

Saya pun jadi berpikir. Apakah itu berarti kenaikan ekonomi Kalimantan Timur harus dibayar dengan nyawa puluhan anak serta rusaknya lingkungan?

Itulah mengapa, saya membuat petisi ini. Saya meminta Gubernur Kaltim Bapak Isran Noor agar mengupayakan reklamasi dan reboisasi lubang bekas galian tambang ‘Danau Biru.’ 

Jika tidak segera direklamasi, lubang bekas galian tambang tersebut bisa saja terus menerus memakan korban anak-anak. Dan ke depannya, tentu dampaknya juga gak baik untuk lingkungan.

Sudah cukup puluhan nyawa menjadi korban. Ayo kita bersuara bersama lewat petisi ini, untuk perubahan di Kalimantan Timur dan keselamatan anak kita semua.

Mari kita jaga lingkungan dan keluarga kita dengan bergabung di gerakan ini. Saatnya kita melakukan sesuatu. 

#ReklamasiLubangTambang #SelamatkanNyawaAnak