Petisi ditutup

Indonesia : Jangan Bongkar Patung Sapi Boyolali

Petisi ini mencapai 61 pendukung


Di sebuah grup berisi rekan-rekan dari Boyolali, ada yang mengirimkan screenshoot di sebuah grup facebook. Ada seseorang yang mempertanyakan kehadiran patung sapi Gedung Lembu Suro. Tak hanya soal ukurannya yang memang raksasa, namun orang tersebut menyindir bahwa Sapi merupakan salahsatu patung berhala yang sudah dikenal sejak jaman Nabi Musa.


Lalu saya bingung, memangnya kenapa?

Banyak orang yang menyembah matahari, lalu kenapa tidak dikafani saja mataharinya agar tak disembah? Tak sedikit yang menyembah pohon, lalu kenapa tidak dipugar saja pohon-pohon besar berusia ratusan tahun? Ada juga yang menyembah sosok horor di suatu wilayah, lalu kenapa tidak dibakar saja wilayah tersebut? Hal ini tentu sangat logis jika dikorelasikan dengan pernyataan orang tersebut bahwa jika suatu entitas disembah maka entitas yang sama  berhak dihancurkan begitu saja agar tak ikut disembah. Simpelnya, jika ratusan tahun lalu ada segelintir orang yang menyembah patung sapi, maka jika ada patung sapi di abad 21 ini harus dihancurkan juga. Sungguh thoughtful! Eh?

Boyolali sendiri sejak zaman Belanda disebut sebagai New Zealand van Java karena bentang alamnya serta peternakan sapinya yang memang sangat populer di kalangan masyarakat. Mirip dengan sebuah negara di bagian oceania bernama New Zealand. Hingga saat ini, jumlah patung sapi di kabupaten yang terletak di kaki gunung merapi dan merbabu itu jumlahnya tak terkira. Hampir ada di setiap persimpangan jalan strategis di Boyolali. Hingga pada akhirnya Pemkab Boyolali membangun patung besar mengambil luas lahan seluas sekitar 8 x 20 meter.


Pertanyaannya, fungsi patung ini untuk apa?

Saya yakin warga kota Boyolali sangat menyetujui bahwa kotanya dekat dengan entitas sapi. Petani ke ladang dengan gerobak yang ditarik sapi, peternak sapi pun tentu memiliki sapi, bahkan tak sedikit yang memelihara sapi sebagai bentuk tabungan untuk sekolah putra-putrinya walau hanya satu atau dua ekor. Untuk itu, Patung Sapi yang tersebar di seantero kabupaten Boyolali berfungsi tak hanya sebagai pajangan namun juga aktivasi budaya (mempertunjukkan secara terbuka) mengenai wajah kota Boyolali. Hal ini tentu tak salah karena menjadi salahsatu bentuk ikatan emosi antara warga dan kota tempat tinggalnya. Toh, tak mengganggu kehidupan front apapun dan patung-patung ini tak disembah sujud. Belum lagi, Lembu Suro juga di dalam 'perutnya' memiliki ruangan yang bisa menampung cukup banyak orang. Bermanfaat kok.

Terlebih lagi, patung adalah barang seni. Ada banyak kampus pula yang menjadikannya jurusan atau mata kuliah seperti di ITB maupun ISI. Lantas, apakah kampus ini mau digeneralisir sebagai kampus penghasil berhala? Tidak, kan? Jika kita tarik lebih luas lagi, patung bukanlah sekadar objek yang dibentuk/dipahat dari suatu media lalu dijadikan pajangan. Lebih dari itu, patung merupakan pengejahwantahan ekspresi, budaya dan pemikiran. Oleh karena itu, tak bijak rasanya jika kita menghancurkan karya kompleks ciptaan seseorang yang bermodalkan uang, pikiran, tenaga dan ilmu pengetahuan tanpa berunding dan menganalisanya dengan komprehensif. Lagipula kalau takut disembah, coba buka kuisioner, wawancara maupun metode penelitian ilmiah lainnya mengenai pendapat warga terhadap karya seni yang biasa dipajang di ruang publik ini. Apakah mereka menyembahnya? Jika menggunakan dalih tindakan preventif pun tak bisa begitu saja dilakukan, kan? Kalaupun boleh, kenapa tak bakar saja uang yang ada di bumi ini untuk mencegah terjadinya korupsi dan penghambaan terhadap harta? Bahkan Firaun pun manusia dan pernah disembah bung! Terus apa manusia harus dibasmi biar tak disembah?

Oleh karena itu, sebelum berpikiran atau nyeletuk tentang pengkafanan atau pembongkaran patung sapi di Boyolali yang dicintai oleh sekitar satu juta penduduknya, lebih baik nongkrong di angkringan milik komunitas Boyolali Bergerak dulu lah. Kita bisa berbicara soal bagaimana menjadikan Boyolali menjadi Kabupaten yang Beradidaya, ketimbang mengurusi hal yang tak esensial dan bisa membuat anak kecil nangis.



Hari ini: Angga mengandalkanmu

Angga Fauzan membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Indonesia : Jangan Bongkar Patung Sapi Boyolali". Bergabunglah dengan Angga dan 60 pendukung lainnya hari ini.