ASBES=KEMATIAN, DUKUNG PELARANGAN MATERIAL ASBES DI INDONESIA!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Dalam kurun waktu 2007-2017 Indonesia mengimpor bahan baku asbestos berupa krisotil lebih dari 1 juta ton. Jika ditotal sejak awal impor asbestos dilakukan tahun 1955 dan lonjakan tertinggi di tahun 1980-an, maka puluhan juta ton asbestos telah dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun sampai hari ini bahaya asbes yang begitu besar belum menjadi perhatian serius dari pemerintah.

Hingga saat ini, kampanye penggunaan aman asbestos masih menjadi landasan pemerintah untuk tidak segera melarang asbestos di Indonesia. Lebih dari 4.400 orang pekerja industri pengolahan asbestos masih dibiarkan tanpa perlindungan. Lebih dari 6 juta rumah tangga Indonesia masih menggunakan atap asbes tanpa tahu bahaya yang mengintainya.

Asbes adalah mineral yang berbentuk serat, tajam, kecil dan tipis. Asbes bersifat pemicu kanker (karsinogenik) apabila terhirup oleh manusia. Berbagai macam penyakit dapat ditimbulkan oleh bahan mineral murah dan kuat ini seperti kanker paru, kanker tenggorokan, asbestosis, mesothelioma hingga kanker ovarium bagi kaum hawa. Sudah bermunculan korban penyakit akibat asbes. Mereka datang dari kalangan pekerja pabrik yang mengolah mineral asbes. Sriyono dan Kristina, adalah beberapa contoh buruknya perlindungan kesehatan bagi para pekerja khususnya di kalangan industri asbes.

Penyakit ini bisa bergerak senyap bukan hanya di kalangan pekerja, tapi kesehatan masyarakat biasa, yang tanpa sadar menghirup debu asbes yang terurai ke udara.

DUKUNG PELARANGAN ASBES DI INDONESIA SEKARANG JUGA!

 



Hari ini: Indonesia mengandalkanmu

Indonesia Ban Asbestos Network membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Indonesia Ban Asbestos Network: ASBES=KEMATIAN, DUKUNG PELARANGAN MATERIAL ASBES DI INDONESIA!". Bergabunglah dengan Indonesia dan 5 pendukung lainnya hari ini.