Confirmed victory

Beberapa tahun belakangan ini Jalan Raya Muncul, Serpong sangat di padati oleh kendaraan-kendaraan bermuatan berat seperti Tronton, Truk Semen, Truk beroda 4 hingga beroda 16 bebas melewati jalanan Muncul yang sempit ini. Sehingga sepanjang jalan ini rusak dan semakin parah tiap harinya. Keadaan ini sudah lama di biarkan oleh Pemerintah Daerah Tangerang Selatan yang seharusnya memberikan perhatian pada jalan utama ini karena hampir semua Kendaraan bermuatan berat antar provinsi ini beralih ke jalan ini.

Kondisi Jl. Raya Muncul yang di sekitarnya banyak sekali warga yang tinggal, bekerja, dan sekolah di daerah Muncul ini, yang salah satunya adalah Perumahan Dinas PUSPIPTEK (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan Komplek Perkantoran besar Puspiptek (BPPT, KIM LIPI, BATAN, dan lain-lain) dan SMAN Negeri 2 Kota Tangsel, yang dimana untuk jalanan akses ke tempat-tempat ini harus melewati jalan raya muncul yang rusak dan selalu padat akan Truk dan dalam waktu tertentu bisa sangat macet dan hal ini sudahlah berbahaya, sudah banyak juga kecelakaan yang terjadi di jalan ini (kecil maupun besar).

Sudah banyak media lokal yang menyorot akan hal ini, namun Pemerintah tetap lamban dalam hal ini, yang dimana masalah rusaknya ruas jalan disini sudah terjadi sejak lama. Sempat disampaikan,

“Keluhan warga atau pemakai kendaraan terhadap kerusakan jalan utama atau protokol tersebut sudah diajukan ke Propinsi Banten karena jadi tanggung jawab Dinas PU Banten tapi Pemkot Tangsel juga berupaya menanggani secara perlahan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Sumber Daya Air, Kota Tangsel, Dendy Priyandana, Selasa (28/2). Menurutnya, keluhan berkaitan dengan kerusakan jalan tersebut di Jl. Raya Muncul dan BSD rusak parah akibat tak kuat menahan beban kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut. Volume yang besar dari kendaraan raksasa bermuatan besar itu menggangu aktifitas warga dan memperparah rusaknya jalan.


Jalanan ini sangat tidak layak sebagai jalan provinsi untuk kendaraan bermuatan besar yang di barengi dengan banyaknya aktivitas warga Tangsel yang berdomisili di Muncul. Beberapa masukan dan protes kepada Walikota Tangsel sudah sering di ajukan namun seperti tidak mendapatkan tanggapan yang lebih. Sudah saatnya Walikota dan Pemda Tangsel memperhatikan hal-hal kecil namun ternyata dapat menjadi hal besar pada warga dan daerahnya. Karena kenyamanan warga Tangsel ada di penataan kota nya seperti janji Walikota Tangsel sebelumnya, "Mari Menata Tangsel".

#PemimpinTulusJalanMulus

Lihat Foto : http://www.flickr.com/photos/80797868@N02/

 

Letter to
Ibu Ratu Atut Chosiyah dan Ibu Airin Rachmi
Ibu Airin Rachmi Diany
Dengan ini saya menandatangani sebuah petisi yang telah dibuat oleh Hasna Pradityas. Saya menandatangani petisi ini agar Jalan Raya Muncul, Serpong, mendapatkan perhatian dan perbaikan yang permanen.


Status Jalan Raya Muncul adalah Jalan Raya Propinsi Banten, saya merasakan kurangnya perhatian dari Ibu Walikota dan Ibu Gubernur terhadap Jalan Raya Muncul di kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini.


Jalan Raya Muncul adalah jalan utama untuk kendaraan yang melintas antar provinsi dan juga pilihan utama bagi penduduk yang beraktifitas di sekitarnya yaitu penduduk Perumahan Dinas PUSPIPTEK (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), komplek perkantoran besar PUSPIPTEK (BPPT, KIM LIPI, BATAN, dan lain-lain), dan SMAN Negeri 2 Kota Tangsel. Kondisi Jalan Raya Muncul yang memprihatinkan ini sudah pasti dapat menghambat kegiatan sehari-hari penduduk di sekitarnya dan sudah pasti akan sangat merugikan mereka.


Jalan Raya Muncul yang rusak dan selalu dipadati oleh truk maupun tronton bermuatan besar, bahkan terlalu besar dan tidak wajar untuk melewati jalan raya muncul yang sempit ini, dalam waktu tertentu bisa sangat macet dan membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak kecelakaan dan kerugian lainnya yang dikarenakan oleh jalan ini (kecil maupun besar), karena lubang-lubang yang cukup besar serta retakan dari aspal dan beton di jalan ini. Polusi yang buruk di daerah ini pun juga memperparah keadaan Jalan Raya Muncul sehingga sangat tidak nyaman untuk aktifitas warga sehari-hari. Oleh karena itu, kami meminta Ibu Airin selaku Walikota Tangsel dan Ibu Atut selaku Gubernur banten untuk memperbaiki jalan provinsi ini.


Perbaikan yang kami inginkan adalah penyesuaian konstruksi beton jalan terhadap kendaraan-kendaraan besar yang melintasi Jalan Raya Muncul sehingga jalan ini bisa bertahan lama dan kuat. Kami juga membutuhkan pembuatan gorong-gorong atau selokan di sepanjang Jalan Raya Muncul agar jalan ini tidak gampang rusak dikarenakan air yang menggenang dalam waktu lama di permukaan jalan ketika hujan turun maupun setelahnya. Kenyaman pejalan kaki sebagai pengguna jalan yang berlalu-lalang di sekitar Jalan Raya Muncul juga mohon diperhatikan. Tidak adanya trotoar maupun zebra cross bisa sangat membahayakan warga yang melintas dan menyebrang disekitar Jalan Raya Muncul.


Petisi ini adalah bentuk kekecewaan, protes, dan permohonan kami terhadap Pemerintahan Kota Tangsel dan Pemerintahan Propinsi Banten. Kami harap bentuk perhatian dan perbaikan yang diberikan Pemerintah Kota Tangsel dan Pemerintah Propinsi Banten bukan hanya pemberian aspal di jalan sebelum Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melewati Jalan Raya Muncul lalu jalan kembali rusak dalam waktu beberapa minggu saja kemudian setelah itu hanya menyebarkan kerikil-kerikil batu di atas jalan.


Walaupun saat ini Jalan Raya Muncul sedang dalam perbaikan atau dibetonisasi, kami belum mendapatkan jaminan apakah hasilnya akan bisa bertahan lama serta apakah kami bisa mendapatkan kenyamanan dalam beraktifitas ketika melewati Jalan Raya Muncul. Kami meminta bentuk perhatian yang nyata dari Ibu Walikota dan Ibu Gubernur terhadap masyarakat Tangsel dalam memperbaiki Jalan Raya Muncul sehingga terlihat rapih dan tidak kumuh lagi.


Beberapa masukan dan protes kepada Ibu Walikota Tangsel dan Ibu Gubernur Banten sudah sering diajukan namun belum pernah mendapatkan tanggapan yang serius. Sudah saatnya Pemerintah Kota Tangsel dan Pemerintah Daerah Banten memperhatikan hal-hal kecil yang berdampak besar pada penduduk dan lingkungannya karena kenyamanan warga Tangsel ada di penataan kotanya seperti janji Ibu Airin sebelumnya, "Mari Menata Tangsel".