Mempetisi Jaksa Agung RI untuk Menangguhkan Eksekusi Ibu Baiq Nuril Maknun #SaveIbuNuril

0 telah menandatangani. Mari kita ke 50.000.


PETISI #SaveIbuNuril

Saya Fahira Idris, anggota DPD RI sekaligus Ketua Umum Perempuan Peduli Keadilan, mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan dan memberikan dukungan/ vote/ tanda tangan petisi ini agar Jaksa Agung RI, Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kepala Kejaksaan Negeri Mataram mau menangguhkan eksekusi terhadap Ibu Baiq Nuril Maknun dengan pertimbangan rasa keadilan yang hidup dan berkembang di tengah mayarakat, agar penegakan kasus ibu Nuril mendapatkan keadilan yang sejatinya dan bukan hanya sebatas pemenuhan terbukti atau tidaknya perbuatan yang didakwakan kepada ibu Nuril.

Hal ini sangat penting, mengingat ibu Nuril sendiri telah merasakan jeruji besi sebagai tahanan disaat kasus ini masih dalam penyidikan, serta sesungguhnya apa yang telah dilakukan ibu Nuril tidak terdapat MENSREA atau niat jahat dan atau perbuatan pidananya, karena perbuatan itu dilakukan dengan niat untuk membuktikan kepada suaminya bahwa dia (ibu Nuril) tidak ada hubungan apapun dengan pelapor..

Sedangkan menyebarnya konten informasi elektronik yang menjadi pokok perkara tersebut bukanlah perbuatan ibu Nuril, melainkan pihak yang menerima handphone ibu Nuril tersebut.

Dengan demikian jelas kita semua perlu memberi dukungan kepada ibu Nuril..!

Bahwa keadilan harus terdapat dalam putusan Mahkamah Agung tersebut. Yang perlu disoroti adalah hukum denda yang mencapai Rp. 500 juta, dalam konteks apa denda ini diberikan? Sebab tidak ada kerugian materil dalam pokok perkara tersebut, atau ini hanya sebagai sebuah cara untuk memperberat hukuman bagi ibu Nuril? Sebab dibalik denda itu ada hukuman penjara sebagai pengganti tidak dipenuhinya hukuman denda Rp. 500 jt.

Bahwa sesungguhnya ada jenis hukuman yang lebih memenuhi rasa keadilan jikalau Ibu Nuril tetap dinyatakan bersalah, yaitu hukuman percobaan.. dimana status dinyatakan bersalah tetapi tanpa harus menjalani hukuman..

Terlepas dari itu semua, Mahkamah Agung telah menjatuhkan putusannya, maka kejaksaan sebagai pelaksana putusan bisa memperlakukan dengan pertimbangan kemanusiaan dan keadilan untuk menangguhkan eksekusinya. Karena Ibu Nuril sedang mengajukan PK.

Melalui lembaga PK inilah diharapkan perbuatan ibu Nuril yang sesungguhnya itu tidak sebagai yang MENDISTRIBUSIKAN/MENTRANSMISIKAN/ YANG MEMBUAT DAPAT DI AKSES, akan dikabulkan melalui putusan PK.

Adalah suatu keadilan yang sejati jika eksekusi dilaksanakan setelah putusan PK nanti, sebab jika putusan PK nanti ternyata membebaskan ibu Nuril, maka keadilan yang seperti apa yang dapat diberikan oleh Hukum jika sekarang eksekusi itu dilakukan, yang artinya putusan PK nantinya akan menjadi sia-sia, karena ternyata ibu Nuril telah menjalani pemidanaan saat ini akibat dieksekusinya putusan MA tersebut.

Semoga ibu Nuril mendapatkan keadilan.

Di samping itu, inilah potret putusan yang jauh dari keadilan, dan kemanfaatan. Sangat berat rasanya hukuman yang diberikan kepada Ibu Nuril, enam bulan penjara dengan denda Rp 500 juta. Disatu sisi Ibu Nuril sudah dirumahkan dan kini harus berjibaku untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari hari.

Saya juga mengingatkan, salah satu agenda penting bangsa ini adalah melawan segala bentuk kejahatan seksual kepada perempuan baik secara fisik maupun verbal yang angkanya masih sangat tinggi.

Jangan sampai kasus ini mengakibatkan, banyak perempuan-perempuan lain yang mungkin mengalami pelecehan seksual terutama verbal, lebih memilih diam dan bungkam. Tentunya ini kontradiktif dalam upaya kita melawan segala macam bentuk kejahatan seksual terhadap perempuan.

Kronologi Kasus Ibu Nuril https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181114133306-12-346485/kronologi-kasus-baiq-nuril-bermula-dari-percakapan-telepon

https://www.youtube.com/watch?v=0b8gEoRdPmI

Jangan sampai hukum kehilangan hakikatnya. Intisari dari hukum itu adalah keadilan #SaveIbuNuril

Salam
Fahira Idris, Anggota DPD RI



Hari ini: Fahira mengandalkanmu

Fahira Idris membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "humas.puspenkum@kejaksaan.go.id: Mempetisi Jaksa Agung RI untuk Menangguhkan Eksekusi Ibu Baiq Nuril Maknun #SaveIbuNuril". Bergabunglah dengan Fahira dan 41.036 pendukung lainnya hari ini.