Petition Closed
Petitioning Kepolisian Republik Indonesia Kapolri Timur Pradopo and 1 other

Hentikan Penyidikan & Penuntutan terhadap Pdt. Palti H. Panjaitan [HKBP Filadelfia]


477
Supporters

Tak hanya sulit meminta Pemkab Bekasi mencabut segel bangunan gereja, jemaat HKBP Filadelfia kembali dihadapi cobaan. Dalam insiden penghadangan malam natal 24 Desember 2012, pimpinan Jemaat HKBP Pdt.Palti Hatuguan Panjaitan, STh dituduh telah melakukan pemukulan dan perbuatan tidak menyenangkan atas dasar laporan No:  LP/1395/K/XII/2012/SPK/Resta Bekasi yang dibuat oleh saudara Abdul Aziz pada tanggal 24 Desember 2012

Setelah mengikuti serangkaian pemeriksaan, kemudian Pdt Palti Panjaitan, S.Th mendapatkan surat panggilan dari Polres Kota Bekasi dengan status tersangka, hanya berselang 3 [tiga] bulan dari pelaporan saudara Abdul Azis pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2013 dalam perkara tindak pidana penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Pdt. Palti Panjaitan, adalah salah satu tokoh yang memperjuangkan tegaknya hak untuk memeluk dan melakukan aktivitas keagamaannya. Beliau berjuang tak hanya demi kepentingan jemaatnya semata, tetapi juga menjadi simbol perjuangan bagi umat/komunitas agama & kepercayaan lainnya yang juga sedang berjuang merestorasi kondisi  Indonesa yang lekat akan nilai - nilai toleransi antar umat beragama.

Lewat petisi ini kami meminta kepada Ajun Komisaris Besar Isnaini Ujianto selaku Kapolresta Kota Bekasi untuk menghentikan proses penyidikan Pdt. Palti Hatuguan Panjaitan Sth, dan Bapak Timur Pradopo selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia [KAPOLRI] untuk memberikan perlindungan dan jaminan keamanan bagi Jemaat HKBP Filadelfia dan komunitas keagamaan lainnya untuk melakukan aktivitasnya.

Letter to
Kepolisian Republik Indonesia Kapolri Timur Pradopo
Kapolresta Kota Bekasi Ajun Komisaris Besar Isnaini Ujianto
Pdt. Palti Panjaitan ditetapkan tersangka pada tanggal 20 Maret 2013. Saat ini pihak kepolisian telah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Cikarang, yang saat ini sudah masuk ke tahap pemenuhan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau P-19.

Penetapan Pdt. Palti Panjaitan sebagai tersangka patut dipertanyakan, mengingat faktanya bahwa Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaat HKBP Filadelfia merupakan korban kekerasan massa intoleran pada ibadah malam natal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya, Tambun- Bekasi, yang dipimpin Saudara Abdul Azis.

Pdt. Palti Panjaitan bersama jemaat HKBP Filadelfia kembali dihadang sekitar 500 meter dari lokasi ibadah Jemaat HKBP Filadelfia saat malam natal 24 Desember 2012. Selain penghadangan, massa intoleran juga melakukan pelemparan kepada Jemaat HKBP Filadelfia, yaitu melempar telur busuk, melempar kotoran hewan, melempar air jengkol yang sudah direndam, melempar batu, melempar tanah, menyiram air comberan.

Bentuk Kriminalisasi terhadap Pdt. Palti Panjaitan
Laporan yang dibuat Sdr. Abdul Aziz kepada Pdt. Palti Panjaitan terkait tindakan pemukulan/penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan menurut kami adalah bentuk tindakan fitnah dan rekayasa, berdasarkan fakta kejadian yang juga disaksikan oleh pihak penegak hukum dilapangan

Faktanya, Abdul Azis, menghampiri Pdt. Palti Panjaitan yang sedang berada diatas motor. Ketika Abdul Azis semakin mendekat, Pdt. Palti Panjaitan menahannya dengan menggunakan 2 (dua) tangannya dengan terbuka, tujuannya adalah untuk menyelamatkan diri Pdt. Palti Panjaitan dan dan istrinya. Tujuan Pdt. Palti Panjaitan hanya menahan Sdr. Abdul Azis, tidak ada mendorong, apalagi memukul seperti yang dituduhkan Sdr. Abdul Azis.

Kami menilai bahwa ada bentuk kriminalisasi terhadap Pdt Palti Panjaitan, mengingat proses perjuangan untuk masuk ke bangunan HKBP Filadelfia yang hingga kini masih disegel. Proses hukum terhadap Pdt. Palti Panjaitan ini sudah menghambat perjuangan jemaat padahal faktanya Pdt. Palti Panjaitan dan jemaatnya merupakan korban kekerasan massa intoleran pada ibadah malam Natal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya, Tambun- Bekasi yang dipimpin Abdul Azis.


Ironinya, laporan HKBP Filadelfia sebanyak 4 [empat] kali di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya Jakarta yaitu pada tanggal 20 April 2012, 06 Mei 2012, 19 Mei 2012, dan yang terakhir adalah pada tanggal 27 Desember 2012 sampai saat ini tidak jelas penanganannya. Laporan itu terkait dengan kekerasan massa intoleran terhadap Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaatnya, termasuk pelakunya adalah ABDUL AZIS, USTD, NAIMUN, dan RAMIN yang merupakan aktor intelektual kekerasan terhadap Pdt. Palti dan Jemaatnya, tapi faktanya para pelaku kekerasan ini masih bebas berkeliaran.

Lewat petisi ini kami menuntut :
1. Penyidik Polres Kota Bekasi untuk mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Laporan Polisi Nomor: LP/1395/K/XII/2012/SPK/Restra Bekasi tanggal 24 Desember 2012, atas nama Pelapor Sdr. Abdul Azis, dengan Terlapor Pdt. Palti Panjaitan, STh. Dan memulihkan nama baik Pdt. Palti Panjaitan;
2. Penyidik Polda Metro Jaya Jakarta untuk menindak lanjuti laporan pidana HKBP Filadelfia terkait tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok massa intoleran, Sdr. Abdul Azis, Ustd Naimun, dan Ramin.
3. Kejaksaan Negeri Cikarang untuk menyatakan bahwa kasus Pdt. Palti Panjaitan tidak layak tindaklanjuti dan mengeluarkan Surat Keterangan Penghentian Penuntutan.
4. Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan perlindungan dan jaminan keamanan bagi bagi Jemaat HKBP Filadelfia dalam melaksanakan ibadah setiap hari Minggu dan hari besar keagamaan di Desa Jejalen Jaya, Tambun Bekasi.

Kontak:
1. Judianto Simanjuntak +62 813-8105-5864
2. Daywin Prayogo +62 819-3222-3729