Hentikan Pelecehan Seksual di KRL (Pemisahan Gerbong Pria dan Wanita di KRL Jabotabek)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Masih segar dalam ingatan kita akan video viral, tentang seorang pasien sambil menangis memprotes kepada perawat berinisial ZA yang katanya memegang payudaranya saat ia dalam kondisi tidak berdaya. Kejadian ini menyeret seorang perawat International Hospital Surabaya, ZA sebagai tersangka dan harus berurusan dengan proses hukum.

Kekerasan dan tindak pelecehan seksual terhadap perempuan rentan terjadi di ruang publik. Temuan safety audit UN Women, ada beberapa hal yang menjadi faktor pemicu terjadinya pelecehan seksual di ruang publik.

Diantaranya adalah soal infrastruktur dan transportasi publik yang kurang memadai. Misalnya sering terjadi gerbong KRL dijejali laki-laki dan perempuan dalam kondisi berdesak-desakan. Kondisi inilah yang menjadi kesempatan bagi Pelaku pelecehan seksual melakukan beragam modus dalam melancarkan aksinya dengan mendekatkan diri pada targetnya.

Di antaranya yaitu meraba paha/kemaluan/pantat, menggesekkan kemaluan pada penumpang yang duduk/berdiri dan meraba dada/pinggang dari samping dan belakang.

Kami butuh dukungan kamu untuk mendesak Manajemen PT Kereta Commuter Indonesia untuk dapat mengeluarkan kebijakan pemisahan gerbong untuk penumpang pria dan wanita.

Dengan pemisahan atau pengkhususan gerbong untuk penumpang pria dan wanita ini maka dapat mencegah tindak Pelecehan Seksual.

Operasional di lapangan oleh PT Kereta Commuter Indonesia cukup sederhana dengan cara memasang papan pengumuman \\\"GERBONG 1 KHUSUS U PRIA, GERBONG 2 KHUSUS WANITA, GERBONG 3 KHUSUS PRIA, GERBONG 4 KHUSUS WANITA\\\", dan seterusnya. Ditambah dengan pengarahan petugas keamanan kereta mengenai hal ini.

Ayo dukung petisi kami! Hentikan Perempuan jadi objek seksual di arena apapun...



Hari ini: Suhendar mengandalkanmu

Suhendar Aos Saputra membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Hentikan Pelecehan Seksual di KRL (Pemisahan Gerbong Pria dan Wanita di KRL Jabotabek)". Bergabunglah dengan Suhendar dan 25 pendukung lainnya hari ini.