Petition Closed
Petitioning Kejaksaan Negeri Kabupaten Sambas dan Pengadilan Negeri Kabupaten Sambas

Hentikan Kriminalisasi Terhadap Aktivis Lingkungan


Proses hukum yang saat ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Sambas terhadap Saudara Yanto alias Anong merupakan tindakan yang mencederai upaya konservasi di Indonesia. Anong yang sedang menjalankan tugas melindungi penyu dan telurnya dari perburuan sesuai dengan undang-undang yang berlaku malah terjerat oleh hukum.

Ketika sedang melakukan monitoring dan pendampingan POKMASWAS “Kambau Borneo” dalam pengawasan pantai peneluran penyu Paloh, Anong bersama 2 rekannya bertemu dengan sekelompok orang yang diduga akan melakukan perburuan telur penyu. Anong melihat  sekelompok orang tersebut berupaya menghapus jejak penyu agar tidak terpantau oleh tim monitoring dan POKMASWAS, serta berupaya menusuk sarang guna mendeteksi keberadaan telur penyu untuk kemudian diambil. Namun belum sempat kelompok tersebut menggali sarang, Anong bersama timnya memergoki mereka. Kemudian Anong berupaya mengkonfirmasi dan mencoba merangkul pemburu tersebut namun karena merasa takut pemburu tersebut justru menyikut wajah Anong dan mendorongnya sehingga terjadilah perkelahian.

Dalam perkelahian tersebut kedua belah pihak mengalami luka ringan pada bagian wajah dan kepala, namun justru Anong yang dilaporkan ke kepolisian dan diminta ganti rugi sebesar Rp.10.000.000,-. Akibat tidak dipenuhinya permintaan tersebut maka kasus Anong dilanjutkan hingga ke Pengadilan dan Anong justru didakwa dengan tindak pidana “penganiayaan”. Oleh karena itu kami dari TIM SOLIDARITAS PEDULI KONSERVASI menyerukan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Sambas serta Pengadilan Negeri Kabupaten Sambas untuk menghentikan KRIMINALISASI TERHADAP ANONG yang dilakukan oleh pihak pemburu telur penyu. Untuk itu kami minta “Bebaskan Yanto alias Anong dari segala tuduhan serta pulihkan nama baiknya”.

 

LINK BERITA TERKAIT :

http://www.ruaitv.co.id/2012/11/30/info-sambas-cegah-pencurian-telur-penyu-aktivis-di-meja-hijaukan/

http://www.ruaitv.co.id/2012/11/30/info-sambas-pokmaswas-kamba-borneo-minta-anong-bebas-tanpa-syarat/

http://www.mongabay.co.id/2012/11/30/berkelahi-dengan-pencuri-penyu-tim-monitoring-wwf-dipidanakan/rizal-koordinator-solidaritas-untuk-anong-muraizi-memberikan-keterangan-pers-di-pengadian-negeri-sambas-terkait-kasus-yang-menimpa-anong-2/

http://borneoclimatechange.org/berita-457-tangkap-pencuri-telur-penyu-dipidanakan

http://borderblogger.org/solidaritas-pencinta-lingkungan-paloh-dukung-anong/

http://www.antarakalbar.com/berita/308757/elc-nilai-jaksa-terlalu-paksakan-kasus-anong

http://www.mongabay.co.id/2012/12/21/kriminalisasi-anong-upaya-ganjal-perlindungan-penyu-paloh/

http://dipontianak.com/tuntut-bebaskan-aktivis-lingkungan.html

http://www.borneotribune.com/index.php/utama/1357-ibu-ibu-doakan-kebebasan-aktivis-lingkungan

http://beritahukum.com/detail_berita.php?judul=Hentikan+Kriminalisasi+Terhadap+Aktivis+Lingkungan&subjudul=Aktivis%20Lingkungan#.UPAiU-STyMk

http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=356130364485137&id=138512826187405

http://twitter.com/search/StopPerdaganganSatwa

http://www.antarakalbar.com/berita/309332/solidaritas-peduli-konservasi-tuntut-hentikan-kriminalisasi-anong

http://www.antarakalbar.com/berita/309149/tragedi-anong-sang-pelindung-satwa-yang-terhukum

http://www.antarakalbar.com/berita/308929/jaksa-sambas-tuntut-anong-6-bulan-penjara

http://www.antarakalbar.com/berita/308905/mahasiswa-untan-tuntut-pembebasan-anong

http://pontianak.tribunnews.com/2012/11/29/kasus-pemukulan-aktifis-wwf-sambas-jalani-persidangan

http://forumhijau.wordpress.com/2013/01/10/hentikan-kriminalisasi-terhadap-aktivis-lingkungan/

http://www.antarakalbar.com/berita/308747/pendukung-anong-gelar-aksi-di-pn-sambas

http://www.ruaitv.co.id/2012/11/30/info-sambas-saksi-terancam-tuntutan-balik/

http://regional.kompas.com/read/2013/01/04/17464949/Staf.WWF.Justru.Berurusan.dengan.Hukum

Letter to
Kejaksaan Negeri Kabupaten Sambas dan Pengadilan Negeri Kabupaten Sambas
Proses hukum yang saat ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Sambas terhadap Saudara Yanto alias Anong merupakan tindakan yang mencederai upaya konservasi di Indonesia. Anong yang sedang menjalankan tugas melindungi penyu dan telurnya dari perburuan sesuai dengan undang-undang yang berlaku malah terjerat oleh hukum.
Ketika sedang melakukan monitoring dan pendampingan POKMASWAS “Kambau Borneo” dalam pengawasan pantai peneluran penyu Paloh, Anong bersama 2 rekannya bertemu dengan sekelompok orang yang diduga akan melakukan perburuan telur penyu. Anong melihat sekelompok orang tersebut berupaya menghapus jejak penyu agar tidak terpantau oleh tim monitoring dan POKMASWAS, serta berupaya menusuk sarang guna mendeteksi keberadaan telur penyu untuk kemudian diambil. Namun belum sempat kelompok tersebut menggali sarang, Anong bersama timnya memergoki mereka. Kemudian Anong berupaya mengkonfirmasi dan mencoba merangkul pemburu tersebut namun karena merasa takut pemburu tersebut justru menyikut wajah Anong dan mendorongnya sehingga terjadilah perkelahian.
Dalam perkelahian tersebut kedua belah pihak mengalami luka ringan pada bagian wajah dan kepala, namun justru Anong yang dilaporkan ke kepolisian dan diminta ganti rugi sebesar Rp.10.000.000,-. Akibat tidak dipenuhinya permintaan tersebut maka kasus Anong dilanjutkan hingga ke Pengadilan dan Anong justru didakwa dengan tindak pidana “penganiayaan”. Oleh karena itu kami dari TIM SOLIDARITAS PEDULI KONSERVASI menyerukan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Sambas serta Pengadilan Negeri Kabupaten Sambas untuk menghentikan KRIMINALISASI TERHADAP ANONG yang dilakukan oleh pihak pemburu telur penyu. Untuk itu kami minta “Bebaskan Yanto alias Anong dari segala tuduhan serta pulihkan nama baiknya”.