Hentikan Jakarta Tenggelam 2050.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Hallo, Perkenalkan Saya Antonius Jeremias. Saya adalah warga Jakarta biasa yang peduli dengan masa depan ibukota. Bagi saya Jakarta adalah Rumah dan segalanya, setiap hari kita tinggal dan mencari makan disini, bahkan anak-anak kita bersekolah dan bermain di sini pula. Namun, kebayang ngga sih kalo suatu hari nanti Jakarta akan tenggelam ?

Pada kenyataannya, ketinggian air laut di Jakarta setiap tahunnya meningkat 60cm dan setiap tahunnya pula penurunan tanah di Jakarta mencapai 10-12cm. Hal ini menunjukan bahwa ketidak saimbangan antara peningkatan air laut dan penurunan tanah di Jakarta, yang berimbas pada lebih tingginya permukaan air laut dibanding permukaan tanah. Di daerah muara Angke Jakarta Utara, bahkan sudah ada beberapa daerah yang mengalami banjir secara permanen, dan sudah ada beberapa bangunan warga yang tenggelam menjadi bagian dari laut Jakarta.

Ini semua disebabkan oleh dampak dari Pemanasan Global, perubahan Iklim, dan yang paling berdampak adalah penyedotan air tanah secara berlebihan. Data menunjukkan, bahwa 90% penurunan tanah Jakarta disebabkan oleh pengambilan air tanah secara berlebih, banyak dari bangunan dan gedung pencakar langit di Jakarta yang mengambil air tanah secara membabi buta dan ilegal.

Kalian tau ngga, kalo menurut beberapa media Internasional dan nasional seperti BBC dan yang lainnya, kalo Jakarta itu akan tenggelam pada tahun 2050, dan Jakarta merupakan salah satu dari kota besar di dunia yang paling cepat tenggelam. Bahkan menurut bapak Dodo Gunawan, Kepala pusat perubahan iklim BMKG, kemungkinan Jakarta tenggelam pada tahun 2030, dan dampaknya sudah nyata kita rasakan, dengan melihat laju permukaan air laut. Ini semua bukan tidak mungkin mengingat maraknya pengambilan air tanah oleh seluruh bangunan di Jakarta, termasuk rumah-rumah warga. Bahkan diprediksi garis pantai dapat bergeser hingga ke daerah Monas atau Semanggi. Sungguh ironis bukan ?

Menurut penelitian, ada beberapa cara menghambat penurunan air tanah yaitu dengan menghentikan pengambilan air tanah, Air bersih harus diambil dari sumber lain, dan menjadikan sungai bersih untuk cadangan air. Namun ironinya belum ada langkah serius yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta terkait masalah ini sampai sekarang. Padahal dampak dari penurunan permukaan tanah sudah sangat jelas ada di depan mata kita.

Maka dari itu, ayo bergabung bersama saya dan ikut menandatangani petisi ini, untuk selanjutnya bersama-sama meminta pemprov DKI Jakarta untuk serius melihat dan menangani kasus ini, dengan membuat Perda atau pergub yang mengatur tentang penyedotan air tanah secara berlebihan. Ini semua kita lakukan untuk masa depan kita, dan juga untuk masa depan anak cucu kita nantinya.