Hapus Peraturan tentang Tampilan Rambut dan Pakaian Maba

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Saya cukup sedih setiap berpapasan dengan maba FEB UB 2019 yang menggunakan pakaian hitam putih di kampus. Satu semester kemerdekaan mereka untuk menuangkan isi pikiran dan hari nurani terenggut demi lulus ospek. Padahal kemerdekaan pikiran dan hati nurani telah dijamin oleh pasal 28I UUD 1945 yang sifatnya tidak dapat dibatasi. Saya cukup prihatin, mengingat landasan konstitusional KM FEB UB adalah UUD 1945. Namun, secara filosofis  kebijakan yang dibentuk oleh Panitia PKKMABA FEB UB 2019 bertentangan dengan UUD 1945 itu sendiri.

Saya selalu menentang keras peraturan tentang tampilan berpakaian dan perintilannya sewaktu maba. Saya sungguh berharap panita dapat menciptakan sebuah wadah diskusi sehingga diskurus di dalam KM FEB UB dapat tercipta. BEM FEB UB selaku penanggung jawab sudah sepatutnya mendukung hal tersebut. Tidak berhenti di situ, saya jelas menginginkan sebuah perubahan. Maba FEB UB 2019 berhak untuk mendapatkan kemerdekaannya. Maka dari itu, saya berniat memberikan sebuah media kepada maba FEB UB 2019 juga kepada pihak lain yang sekiranya setuju dengan pendapat saya untuk bersuara dan mendukung aksi saya ini. Perlu diketahui bahwa petisi ini dibuat atas nama saya pribadi tanpa melibatkan instansi manapun. (Foto: Google).

 

Sincerely, Mahasiswa S1 FEB UB 2018