Hapus Alokasi Ruang Tambang Pasir Laut dan Reklamasi Dalam Ranperda RZWP3K Sul-Sel

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Salam perjuangan

Proses penyususan Ranperda RZWP3K Provinsi Sulawesi Selatan jauh dari asas keberlanjutan, keterbukan dan peran serta masyarakat. Hampir dua tahun proses penyusunan berjalan, sudah tiga kali Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP) dan Nelayan diundang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dari ketiga RDP tersebut, sudah dua dokumen pandangan kritis yang disampaikan. Namun, belum ada tuntutan-tuntutan substansial dari ASP dan Nelayan yang diakomodir oleh tim pansus RZWP3K Sulawesi Selatan. Terutama tuntutan penghapusan pasal-pasal yang membuka ruang untuk reklamasi dan penghapusan zona penambangan pasir laut seluas 26.262,24 ha yang terbagi atas, Blok Spermonde (KPU-TB-01) seluas 9.348,69 ha, Blok Laut Flores (KPU-TB-02) seluas 10.744,69 ha, dan Blok Teluk Bone (KPU-TB-03) seluas 6.169,16 ha.

Berdasarkan UU No. 27 Tahun 2007 Jo. UU No. 1 Tahun 2014, RZWP3K Provinsi mencakup wilayah perencanaan daratan dari kecamatan pesisir sampai wilayah perairan paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai. Namun dalam draft Ranperda RZWP3K Sulsel, zona penambangan pasir laut (KPU-TB01) yang luasnya mencapai 9 ribu hektar tersebut berada di jarak antara 6 sampai 15 mil laut dari garis pantai.

Selain itu, dalam UU No. 27 Tahun 2007 Jo. UU No. 1 Tahun 2017 Pasal 35 huruf (i) juga disebutkan, dilarang melakukan penambangan pasir pada wilayah yang apabila secara teknis, ekologis, sosial, dan/atau budaya menimbulkan kerusakan lingkungan dan/atau pencemaran lingkungan dan/atau merugikan Masyarakat sekitarnya. Hasil riset yang kami lakukan dengan jelas membuktikan bahwa penambangan pasir yang pernah dilakukan oleh Boskalis dan Jan De Null sejak Juni 2017 sampai Maret 2018 untuk kepentingan reklamasi di pesisir Kota Makassar telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat pesisir, terutama Nelayan tradisional. Belajar dari pengalaman tersebut, kami sangat menolak adanya zona penambangan pasir laut dalam RZWP3K Sulawesi Selatan di lokasi manapun.

Adanya zona penambangan pasir laut dalam RZWP3K Sulawesi Selatan hanya akan membuka ruang kehancuran lingkungan hidup dan memicu penderitaan bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, terutama nelayan tradisional yang notabene hidup dari laut sekitar lokasi zona penambangan. Apalagi dalam peta alokasi ruang Ranperda RZWP3K, lokasi KPU-TB-01 bersinggungan langsung dengan lokasi perikanan pelagis dan demersal yang merupakan tangkapan nelayan.

Untuk itu, Kami menuntut penghapusan pasal-pasal dalam Ranperda RZWP3K Provinsi Sulawesi Selatan yang mengakomodir penambangan pasir laut, yang terdiri atas:

1.      Pasal 9 ayat (2) huruf e,

2.      Pasal 29 ayat (2),

3.      Pasal 79 ayat (1) huruf a,

4.      Pasal 79 ayat (2),  ayat (3), dan ayat (4). 

Adanya alokasi ruang untuk zona penambangan pasir laut, tidak terlepas dari kepentingan Reklamasi. Sehingga kami juga menuntutpenghapusan pasal-pasal yang mengakomodir kegiatan Reklamasi terutama Pasal 10 ayat (2). Reklamasi merupakan sumber bencana sosio-ekologis di pesisir Sulawesi Selatan.

Jika Tim Pansus Ranperda RZWP3K Prov. Sulawesi Selatan masih mengakomodir kepentingan reklamasi dan tambang pasir laut. Hal ini merupakan bentuk legalisasi bencana sosio-ekologis masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulawesi Selatan.

Penghapusan pasal-pasal dan alokasi ruang tambang pasir laut tersebut di atas adalah suatu keharusan demi mencapai tujuan dari penyususan Perda RZPW3K Sulawesi Selatan yang pada dasarnya tidak boleh bertentangan dengan tujuan UU No. 27 Tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 1 Tahun 2014 yang substansinya untuk melindungi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan.

salam adil dan lestari



Hari ini: amal mengandalkanmu

amal nodjeng membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Hapus Alokasi Ruang Tambang Pasir Laut dan Reklamasi Dalam Ranperda RZWP3K Sul-Sel". Bergabunglah dengan amal dan 66 pendukung lainnya hari ini.