Saatnya Menagih janji “Hukum mati koruptor di tengah pandemi”

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tindakan korupsi merupakan tindakan yang sangat merugikan negara. Korupsi mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi suatu negara, menurunnya investasi, meningkatnya kemiskinan, serta meningkatnya ketimpangan pendapatan. Bahkan korupsi juga dapat menurunkan tingkat kebahagiaan masyarakat di suatu negara.
 
Tahukah Anda koruptor merupakan induk dari kriminalitas (kejahatan luar biasa) , semakin tinggi tingkat korupsi semakin meningkat pula angka kriminalitas dan koruptor merupakan pelanggar Ham berat  terjadi contohnya:
Korupsi dana bansos di saat pandemi atau keadaan negara sedang dalam musibah menyebabkan angka kemiskinan dan kejahatan meningkat semestinya dana tersebut dapat mengurangi penderitaan rakyat.
Kamu Bayangkan jika dana bantuan di saat musibah, di saat masyarakat tidak mempunyai penghasilan, terdampak bencana atau PHK besar-besaran efek dari pandemi.
Dana yang seharusnya dikucurkan untuk rakyat namun dana tersebut tidak d terima oleh rakyat hal ini menyebabkan:
1.rakyat kelaparan menyebabkan penderitaan, kemiskinan yang meningkat, serta tingginya angka putus sekolah. Dengan demikian angka kriminalitas ikut meningkat tajam.
2.Kamu bayangkan jika orang  sedang dalam kelaparan bnyak kalangan menghalalkan segala cara demi sesuap nasi dari menjambret,mencuri,begal, melakukan  penipuan dll.
3.Bayangkan jika bnyak generasi penerus putus sekolah, tidak adanya edukasi sehingga menyebabkan mudah terpengaruhnya generasi penerus terhadap lingkungan yang bersifat negatif: misalnya anak-anak menjadi pengguna narkoba, jadi premanisme, hidup dijalanan dengan mengemis dan mengamen, belum lagi fenomena anak-anak yang suka hisap lem.
 
Itu contoh jika korupsi terjadi di salah satu lembaga kamu bisa bayangkan jika hampir disetiap lembaga negara melakukan korupsi. Waah mau jadi apa negara ini. Misalnya korupsi di lakukan oleh lembaga aparatur sipil negera alhasil kinerja buruk,birokrasi carut-marut, tidak profesional dalam bekerja misalnya oknum polisi salah tangkap, guru tidak paham apa yang di ajarkan dsb.
 
Kesimpulannya korupsi merupakan kejahatan luar biasa, korupsi induknya kriminalitas,korupsi sumbernya kejahatan, korupsi sebgai pelanggar HAM berat untuk itu dalam memperingati hari ANTI KORUPSI dan HAM rakyat Indonesia menagih janji untuk menghukum mati terpidana korupsi agar ada efek jera serta menjadikannya sebagai pelajaran.
 
Berikut kutipan Menkopolhukan dan bapak presiden Jokowidodo:
1.“Mahfud MD pun telah menyetujui gagasan hukuman mati bagi koruptor sejak lama, khususnya korupsi besar yang terbukti dilakukan karena keserakahan.
Hal itu disampaikan oleh Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam sebelum ia menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Selasa (10/12/19).
 
2.tepat di hari antikorupsi pada 9 Desember 2019 lalu, Presiden Jokowi pernah menyinggung soal tuntutan mati bagi tindak pidana korupsi ini.
Ketika itu Jokowi menjawab pertanyaan salah seorang siswa SMKN 57 Jakarta tentang kemungkinan koruptor dihukum mati
Ya bisa saja kalau jadi kehendak masyarakat," kata Jokowi sambil merujuk pada revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“UU Tipikor”) jo. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016 mengatur bahwa Pasal 2 ayat (2) UU Tipikor kemudian menegaskan bahwa dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan.
 
Untuk itu jika kemensos terbukti melakukan tipikor yang mana telah diatur oleh UU tipikor tersebut kami menagih janji hukuman mati untuk terpidana koruptor agar ada efek jera dan pelajaran untuk perbaikan dikemudian hari.