HAKIM KASUS NOVEL BASWEDAN, BERIKAN VONIS BERKEADILAN

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Salah seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengalami aksi teror pada 11 April 2017. Saat itu, Novel hendak pulang usai menunaikan salat Subuh di Masjid Al Ihsan dekat kediamannya. Di perjalanan, Novel didekati dua orang pria tak dikenal, yang kemudian menyiramkan air keras ke wajah Novel yang mengakibatkan kebutaan.

Pelakunya ditangkap pada 29 Desember 2019. Pada hari Kamis, 11 Juni 2020, Pengadilan Negeri Jakarta Utara menggelar sidang tuntutan terhadap kedua pelaku penyiraman air keras tersebut yang merupakan polisi aktif, yakni Brigadir Rahmat Kadir dan Brigadir Ronny Bugis.

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut masing-masing pelaku hukuman pidana 1 tahun penjara. Hukuman ini terbilang sangat ringan, dibandingkan kasus serupa lainnya. Jaksa menjelaskan bahwa hukuman mereka ringan karena mereka bersikap kooperatif selama persidangan dan sudah mengabdi sebagai anggota Polri selama 7 tahun.

Jaksa juga menambahkan, faktor lain yang membuat hukumannya ringan adalah kedua terdakwa "tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel". Menurut jaksa, kedua terdakwa hanya ingin menyiramkan cairan keras ke badan Novel.

Tuntutan hukuman ini jelas sangat tidak adil bagi korban, yakni Novel Baswedan, maupun bagi masyarakat luas. Novel Baswedan sebagai salah seorang petugas lembaga pemberantas korupsi adalah 'representasi' rakyat dalam menyelidiki dan membongkar tindakan korupsi oleh pejabat publik.

Aksi teror terhadap Novel adalah aksi teror terhadap segala upaya membongkar dan memberantas tindak korupsi. Ketika Jaksa Penuntut Umum yang terhormat memberikan tuntutan yang sangat ringan pada pelakunya, ini sama saja penegak hukum mau mengatakan bahwa: Jangan coba-coba memberantas korupsi! Kalau anda dianiaya pun pelakunya akan dihukum ringan!

Oleh karena itu, kini saya berharap pada yang mulia Hakim yang akan menjatuhkan vonis hukuman pelaku penyiraman air keras pada wajah Novel Baswedan yang mengakibatkan kebutaan, mohon jatuhkan vonis dengan bijaksana.

Tidak ada alasan untuk menjatuhkan hukuman yang ringan. Elemen niat dan kesengajaan memberatkan, elemen menyebabkan cacat seumur hidup memberatkan, tidak ada elemen yang meringankan.

Saya dan semua orang yang mendukung petisi ini memohon kepada Hakim kasus Novel Baswedan untuk menjatuhkan vonis hukum berkeadilan