Petition Closed

Yogyakarta adalah sebuah Oase Masyarakat Nusantara. Keragaman merupakan sebuah identitas kultural yang melekat sejak berdirinya Kraton Ngayogyakarta. Relasi Keberagaman dirawat sedemikian rupa dengan kebijaksanaan dan kearifannya. Sehingga Jogja adalah Jogja, dengan keunikannya dengan tradisinya. Jogja adalah sebuah ruang kultural keberagaman yang saling menghormati tanpa mempeributkan siapa yang mayoritas dan minoritas. Kesemuanya diayomi dan dilindungi. Sehingga Yogyakarta adalah Taman Sari Kebudayaan Nusantara. Sehingga Keistimewaan Yogyakarta tak hanya dari sisi sejarah semata tetapi juga sebagai benteng terakhir Taman Sari Keberagaman Nusantara.

Ide menjadikan Jogjakarta sebagai Serambi Madinah digemborkan oleh sebagian elite politik masyarakat yogyakarta dengan dukungan dari beberapa kelompok fundamentalis di Yogyakarta. Merujuk pada konsepsi harmonisnya masyarakat MADINAH semasa Nabi Muhammad S.A.W. Ide tersebut digemborkan sedemikian rupa seiring dengan proses perdebatan keistemewaan Yogyakarta yang bergulir kala tersebut. Namun di penghujung 2013, upaya tersebut kembali digemborkan kembali seiring dengan Rakderda MUI Yogyakarta dengan mendorong jargon Jogjakarta Serambi Madinah.

Konsepsi tersebut melukai model Jogjakarta dalam merawat keberagaman. Dominasi simbol salah satu entitias kultural dan agama akan berpotensi untuk menjadikan represi keberagaman lainnya. Menjadikan Jogjakarta serambi madinah tak lain akan membangun segregasi kultural baru di masyarakat yogyakarta. Dan berakibat pada hilangnya keberagaman dan nilai-nilai kultural harmonis yang selama ini di bangun.

Bersama ini, KAMI MENGAJAK SELURUH ELEMEN MASYARAKAT JOGJAKARTA DAN PENCINTA JOGJAKARTA UNTUK MENOLAK JOGJAKARTA SERAMBI MADINAH. Jelaskan mengapa seseorang harus mendukung petisi ini

Letter to
Gurbernur dan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta
TOLAK Jadikan JOGJAKARTA sebagai serambi Madinah