SULTENG LOCKDOWN HARI INI JUGA!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Belakangan ini kondisi Indonesia begitu memprihatinkan, di timpah musibah yang tiada henti nan bertubi. Mulai dari banjir, kebakaran hutan dan longsor, juga gempa bumi. Kini kita dihebohkan lagi oleh virus yang sedang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia, yaitu Covid-19. Ratusan korban telah dinyatakan positif terjangkit virus ini di Indonesia dan puluhan diantaranya telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara data global sebesar puluhan ribu orang dari seluruh negara yang dinyatakan positif. Hampir ratusan orang ditiap harinya terjangkit di seluruh dunia, membuat beberapa negara telah mengambil sikap untuk melakukan penutupan akses pada negara mereka atau biasa juga disebut LOCKDOWN. Payahnya pemerintah RI, nampaknya lebih suka istilah “lebih baik mengobati daripada mencegah”, hal ini kita rasakan bersama ketika per 02 maret 2020 pemerintah mengeluarkan pengumuman bahwa telah terdapat pasien positif Covid-19. Dan barulah disitu pemerintah mulai bergegas dengan segala upaya dalam hal penanganan. Mulai dari himbauan jangan panik, sosial distance sampai pada gerakan hashtag dirumahaja, kita belum melihat adanya kebijakan yang benar-benar efektif dan berpengaruh signifikan pada pencegahan Covid-19. Hal itu terlihat pada data peningkatan korban Covid-19 yang semakin hari bertambah.

Jika melihat dari peta penyebaran virus ini, besar kemungkinan virus ini akan menyebar secara masif di seluruh Indonesia disebabkan oleh sulitnya mendeteksi siapa-siapa saja yang telah terjangkit, ditambah lagi kewaspadaan masyarakat Indonesia itu sendiri yang masih cukup kurang. Namun jangan sampai ketika hari yang tidak kita harapkan itu terjadi, kita sudah tidak sanggup berbicara, terlambat antisipasi, terlambat mencari solusi dan bahkan untuk menyesal pun dihari itu kita sudah terlambat. Kondisi seperti ini memang bukan saatnya untuk saling menyalahkan. Olehnya, perlu ada kerjasama antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi permasalah ini. Kami hanya ingin ikut menyadarkan, bahwa pemerintah seharusnya bisa mengambil langkah yang tidak hanya sekedar himbauan dan tidak ditanggapi dengan hanya ala kadarnya.

Terkhusus untuk SULAWESI TENGAH, kami mendesak pemerintah daerah SULAWESI TENGAH agar mengambil sikap tegas dan tidak menunggu ada yang terjangkit  baru ingin bergerak. Sebab belajar dari pengalaman bencana yang telah masyarakat SULAWESI TENGAH khususnya daerah PASIGALA alami, terjadi banyak kekacauan yang disebabkan oleh kepanikan berlebihan masyarakat dan ketidak sigapan pemerintah daerah.

Maka dari itu, kita harus mendesak pemerintah daerah SULAWESI TENGAH untuk melakukan LOCKDOWN dan telah mempersiapkan beberapa hal:

1.       Ketersediaan pangan bagi masyarakat SULAWESI TENGAH selama proses LOCKDOWN berlangsung.

2.       Membentuk tim khusus dalam penyaluran stock pangan.

3.       Memperketat penjagaan pada jalur-jalur perbatasan SULAWESI TENGAH.

4.       Mengalokasikan separuh anggaran daerah dalam penanganan Covid 19.

5.       Memaksimalkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan masyarakat SULAWESI TENGAH.

6.       Menjamin kemudahan akses pendidikan.

7.       Menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat SULAWESI TENGAH.