Aktifkan Posyandu Sebagai Posko COVID-19 Di Tingkat RW untuk Memutus Rantai COVID-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Semakin hari, korban pandemi global COVID-19 di Indonesia semakin memprihatinkan. Hingga hari ini, 30 Maret 2020 sudah ada 1.414 kasus positif, dan 122 orang diantaranya meninggal dunia. Sudah banyak tindakan yang dilakukan oleh pemerintah, mulai dari social distancing hingga gerakan #dirumahaja atau work from home.
 
Namun saya rasa ada yang kurang dan harus segera digesa oleh pemerintah. Saya ingin berbagi ide dari pengalaman saya melihat situasi dan kondisi saat ini.
 
Saya tinggal di Kota Pekanbaru, Riau. Gubernur Riau juga telah mengeluarkan kebijakan dengan menghimbau masyarakat untuk hidup bersih dan sehat serta mengurangi aktifitas di luar ruangan. Sejak 19 Maret lalu kantor saya telah menetapkan work from home untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Saya mengerjakan pekerjaan di rumah dan hanya keluar jika memang penting seperti membeli bahan makanan dan keperluan sehari-hari.
 
Sayangnya, ketika keluar rumah, saya melihat masih banyak mobilisasi warga kesana kemari. Himbauan pemerintah tidak sepenuhnya dipatuhi warga. Aktifitas dan pekerjaan di luar rumah masih mereka lakoni karena tuntutan ekonomi dan keperluan yang tidak dapat ditinggalkan.
 
Padahal, Riau menjadi wilayah sangat rentan karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Sudah ada 3 kasus positif COVID-19 dimana pasiennya memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia. Tingginya mobilitas warga dan pemulangan TKI dari Malaysia menyebabkan potensi kasus semakin meningkat. Hingga hari ini ada 10.678 orang dalam pemantauan (ODP) dan 105 pasien dalam pengawasan (PDP).
 
Aktifitas warga yang masih tetap bekerja dan tidak menerapkan social distancing di tengah meningkatnya kasus COVID-19 akan menyebabkan penyebaran virus ini semakin meningkat dan membahayakan kelompok rentan, terutama lansia yang sangat gampang tertular karena rendahnya sistem imun mereka. Apalagi jumlah lansia di Riau sangat besar, mencapai 285.835 jiwa.
 
Menurut saya, masih banyaknya warga yang hilir mudik melakukan aktifitas di luar ruangan dan seolah ‘acuh’ terhadap wabah ini karena kurangnya informasi perkembangan dampak COVID-19 di daerah tempat mereka tinggal. Selain itu mereka tidak memiliki pilihan untuk tetap bekerja di luar rumah, namun tidak melengkapi diri dengan pelengkapan seperti masker maupun hand sanitizer serta obat-obatan dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
 
Melalui petisi ini, saya mengusulkan kepada Presiden, Menkes, Satgas COVID-19, Gubernur Riau dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Serta Bupati/Walikota Se-Riau untuk membuat kebijakan nyata demi memutus rantai penularan dan menekan jumlah kasus COVID-19 di Riau dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Yaitu mengaktifkan Posyandu di tiap RW sebagai Posko COVID-19.
 
Dengan mengaktifkan posyandu di tingkat RW, setiap posyandu dilengkapi petugas dari Dinas Kesehatan dan dokter spesialis serta relawan yang bekerja 24 jam. Posyandu ini berfungsi sebagai:

  1. Pusat informasi harian perkembangan COVID-19 yang bisa diakses oleh warga via grup komunikasi (whatsapp/facebook group dan aplikasi lainnya) di tiap RW.
  2. Pusat pengumpulan data dan pemetaan interaksi bagi warga yang baru pulang dari luar negeri dan dalam negeri termasuk warga yang baru kembali berkunjung dari daerah yang rentan Covid-19.
  3. Petugas di posyandu juga melakukan pendataan warga yang rentan terkena Covid 19 berusia di atas 60 tahun. Dan memberi perhatian khusus pada mereka berupa pemeriksaan secara berkala oleh dokter jaga di posyandu.
  4. Tempat penyediaan masker, hand sanitizer dan obat-obatan berupa vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang selalu tersedia dan mudah didapat warga.
  5. Petugas posyandu akan melakukan screening warga yang melakukan aktifitas atau bekerja keluar maupun kembali ke rumah yang menunjukkan gejala terinfeksi COVID-19 (Rapid Test)
  6. Petugas posyandu mengkoordinir warga untuk melakuan penyemprotan disinfektan dua hari sekali di areal fasum (pasar, tempat ibadah, sekolah, taman bermain dan tempat-tempat makan)

Dengan keseriusan dan ikut sertanya seluruh lapisan masyarakat hingga ke level Rukun Warga (RW) tentunya akan mempermudah meningkatkan kesadaran masyarakat dan memutus rantai penyebaran COVID-19.
 
Salam

Okto Yugo Setiyo