STOP PERTUNJUKAN/SIRKUS LUMBA-LUMBA DI KOTA PALEMBANG - SUMATERA SELATAN

0 telah menandatangani. Mari kita ke 35.000.


"STOP PERTUNJUKAN SIRKUS LUMBA-LUMBA DI KOTA PALEMBANG - SUMATERA SELATAN"


Kepada Yth: 
Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Bapak H. Herman Deru. S.H., M.M.
Walikota Kota Palembang, Bapak H. Harnojoyo, S.Sos.
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Ibu Hj. R.A Anita Noeringhati, S.H., M.H.
Ketua DPRD Kota Palembang, Bapak Zainal Abidin S.H.

Salam sejahtera untuk kita semua, dan semoga kita semua terberkahi segala kebaikan dan jiwa saling merawat.

Melalui tulisan ini kami selaku masyarakat Provinsi Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang, ingin menyampaikan keresahan tentang pertunjukan lumba-lumba yang kerap berlangsung di daerah yang kita cintai ini.

Mengingat pesatnya kemajuan dan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan sangat disayangkan jika kita selaku masyarakat Provinsi Sumatera Selatan mengambil keuntungan dalam bentuk apa pun dari pengadaan pertunjukan/sirkus dengan melakukan eksploitasi terhadap satwa, khususnya lumba-lumba. Sebagai pengingat, habitat dari lumba-lumba adalah laut lepas, bukan di kolam di bawah kendali manusia. Sangat disayangkan adanya kegiatan eksploitasi makhluk hidup berkedok edukasi atau pun pertunjukan hiburan.

Apapun alasannya, membiarkan lumba-lumba jauh dari habitatnya di laut (apalagi jika sampai masuk ke tengah kota) adalah sebuah tindakan yang sangat kejam dan menodai nilai kehidupan.

Kami meminta agar seluruh instansi Pemerintahan Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang khususnya agar tidak memberikan izin pengadaan pertunjukan lumba-lumba dalam bentuk apapun, dan meminta agar Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang menerbitkan Peraturan Daerah dan Surat Keputusan tentang PELARANGAN IZIN PENGADAAN KEGIATAN PERTUNJUKAN/SIRKUS LUMBA-LUMBA DI DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN, KHUSUSNYA KOTA PALEMBANG.

"Kata 'manusia' adalah sebuah gelar pencapaian di dunia bagi mereka yang mampu menghargai apapun bentuk cinta terhadap kehidupan dan hak atas hidup. Apabila seseorang telah jauh dari rasa cinta terhadap kehidupan dan hak atas hidup, maka ia bukanlah 'manusia', melainkan makhluk keji tanpa akal dan nurani.."

Demikian harapan kami ini, besar harapan semoga atas segala kebijaksanaannya agar pertunjukan lumba-lumba yang kerap berlangsung di Provinsi Sumatera Selatan dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pihak berwenang di Kota Palembang - Provinsi Sumatera Selatan ini dan untuk ke depannya tidak pernah muncul meresahkan masyarakat lagi.

Atas segala perhatian dan simpati Bapak sekalian kami mengucapkan terimakasih.

Salam.


Penggiat gerakan "STOP SIRKUS LUMBA - LUMBA"

#palembangtolaksirkuslumbalumba #tolaksirkuslumbalumba #tolaksirkuslumba #savelumbalumba #stopsirkuslumbalumba