Petisi ditutup

SAHKAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG PEMANFAATAN SISTEM PENANGGALAN KALENDER SUNDA

Petisi ini mencapai 64 pendukung


SAHKAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG PEMANFAATAN PENGETAHUAN SISTEM PENANGGALAN TRADISIONAL KALENDER SUNDA

Waktu merupakan hal yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Manusia akan melakukan aktivitasnya seiring dengan berjalannya waktu. Makan, tidur, bekerja, semua kegiatan akan selalu terikat dengan waktu. Konsep mengenai waktu ini  akan selalu memberikan pengaruh pada setiap aspek perjalanan hidup manusia.

Didalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari sistim penanggalan (kalender) dimana sistim penanggalan tersebut dikaitkan dengan sistim tata surya bumi.

Sistem penanggalan merupakan salah satu kebutuhan esensial bagi manusia untuk mengetahui waktu dalam melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupannya. Dalam sistem penanggalan Nusantara terdapat berbagai macam siklus waktu yang berbeda-beda di tiap daerah.

Sistem penanggalan harus menjadi acuan perekat bagaimana merakit dan merajut keanekaragaman yang ada untuk mencari titik-titik temu dalam era demokrasi sekarang melalui kearifan-kearifan lokal. Keanekaragaman ini janganlah dijadikan sebagai sumber konflik.

Sebuah sistem kalender yang dikembangkan oleh suatu bangsa atau suku bangsa bisa menggambarkan pengaruh dominan atau percampuran budaya-budaya yang lebih tua. Sistem kalender akan hidup bila terus menerus digunakan oleh masyarakatnya dan ada otoritas (raja atau pemimpin agama) yang menjaga konsistensinya.

Sebenarnya di Indonesia sendiri sendiri juga memiliki kalender tradisional atau sistem penanggalan tradisional yang dipakai beberapa daerah di Indonesia. Terdapat beberapa sistem penanggalan yang telah dikenal luas dan digunakan sesuai fungsinya masing-masing.

Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda merupakan kalender yang terlalu lama ditinggalkan masyarakatnya (suatu hal yang perlu dikaji penyebabnya), yang secara astronomis perlu kaji ulang demi kebenaran sejarah dan pengembangan aplikasinya.

Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda secara sederhana dapat didefinisikan sebagai metode perhitungan ketepatan waktu yang dilakukan para nenek moyang masyarakat Sunda. Terutama ketika masyarakat Sunda pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya sedang diterpa gelombang besar kebudayaan asing yang bernama globalisasi pada masa sekarang, maka perhitungan kalender tradisional menjadi sangat penting untuk patokan kehidupan secara lokal. Hal ini memiliki implikasi kultural sebagai peneguh jati diri masyarakat Sunda pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Dalam rangka melestarikan Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda ini dan mewariskannya, maka dirasa sudah sudah sangat mendesak  bagi generasi penerus untuk mengenali dan merasa memiliki Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda ini di tengah perkembangan sistem kalender modern yang ada di tanah air, yakni dimulai dari model kalender Masehi, Hijriyah, dan lain-lainnya. Memang diyakini, bahwa sebelum mengenal dan mempraktikkan sistem dan model kalender modern yang relatif baru, masyarakat Sunda telah terlebih dahulu mengenal sistem kalender tradisional lokal.

Oleh sebab itu, tujuan naskah ini adalah untuk  mendesak, agar Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda dibuatkan peraturan daerah, yaitu untuk meningkatkan upaya perlindungan, pengembangan, pemberdayaan, dan   Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda yang merupakan warisan nenek moyang masyarakat Sunda. Selain itu juga untuk memberikan fasilitasi payung hukum dalam rangka menelusuri dan mengidentifkasi validasi data historis tentang sejarah Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda secara akurat.

Sasarannya adalah menghasilkan sebuah patokan yang bisa dijadikan referensi untuk kebangkitan intelektual kalender tradisional bersama kalender-kalender tradisional lainnya yang ada di Indonesia sebagai jati diri bangsa yang mandiri sesuai kondisi geografi dan alam Indonesia. Dengan mengenali dan merasa memiliki kembali Sistem Penanggalan Tradisional Kalender Sunda, maka diharapkan generasi muda dapat mengenali kehidupan alam sekitar, yang pada giliran berikutnya siap bertekad dan mampu mempertahankan dan melestarikan lingkungan hidup di Tatar Sunda pada khususnya, dan tanah air Indonesia pada umumnya.

"Petisi ini merupakan bagian dari proses seleksi tahap pertama sebagai perwakilan masyarakat Cendekia Nusantara di provinsi Jawa Barat dalam melestarikan nilai-nilai asli kebudayaan."

Mohon Dukungannya dan Do'a Restu Untuk Mewakili Masyarakat Cendekia Nusantara Cerdas Berbudaya

Salam Cerdas Berbudaya,

Ketua Dewan Pengurus BESTDAYA

(Bengkel Studi Budaya)

 

Setiajaya Satria Rassidy

Petisi ini dikirim ke:

  • Gubernur Provinsi Jawa Barat
  • DPRD Provinsi Jawa Barat
  • DPD RI Perwakilan Jawa Barat
  • Rektor Perguruan Tinggi di Provinsi Jawa Barat
  • Kepala Dinas di Provinsi Jawa Barat
  • Para Ahli/Pakar Budaya Sunda di Provinsi Jawa Barat
  • Kepala Kampung Adat di Provinsi Jawa Barat
  • Tokoh Adat Budaya Sunda di Provinsi Jawa Barat
  • Para Guru Bahasa Sunda di Provinsi Jawa Barat
  • YAYASAN, LSM, ORMAS di Provinsi Jawa Barat


Hari ini: BESTDAYA (Bengekel Studi Budaya) mengandalkanmu

BESTDAYA (Bengekel Studi Budaya) membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Gubernur Provinsi Jawa Barat : SAHKAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG PEMANFAATAN SISTEM PENANGGALAN KALENDER SUNDA". Bergabunglah dengan BESTDAYA (Bengekel Studi Budaya) dan 63 pendukung lainnya hari ini.