UNTUKMU GUBERNUR MALUKU UTARA, KAMI BUTUH REALISASI BUKAN JANJI POLITIK

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Desa Wama merupakan salah satu desa dari 49 desa yang berada dibawah pemerintahan Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara, desa wama secara administrasi berada di Kecamatan Oba Selatan bersama dengan enam desa lain. Desa wama memiliki jumlah penduduk ± (kurang lebih) 1.500 jiwa dan luas wilayah desa wama. Dari hasil observasi serta pembagian kuesioner oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Unkhair Ternate, Desa Wama memilki karakteristik masyarakatnya, kurang lebih ada 60% bekerja sebagai petani kelapa/kopra, 20% di sektor UMKM dan 15% di sektor Perikanan serta 5% sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Dari hasil Identifikasi Potensi Desa melalui observasi, wawancara dan pembagian angket oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair Ternate menemukan sejumlah masalah yang dapat mempengaruhi keterlambatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan desa, diantaranya :
Infrastruktur Jalan yang tidak layak untuk di lewati sehingga menyebabkan proses distribusi terhambat
Jaringan informasi dan komunikasi yang belum ada sehingga mempengaruhi akses informasi tentang perkembangan harga pasar yang berada di pusat kota.
Jembatan atau pelabuhan yang berada di desa wama kurang dioptimalkan sebagai pendaratan tangkapan bagi nelayan dari sejumlah nelayan yang berada dikecamatan oba selatan karena jembatan atau pelabuhan didesa wama masih terbuat dari bahan kayu serta panjang jembatan yang terkendala dengan kedalaman laut yang dangkal sehingga membuat transportasi laut berkapasitas penumpang dari 80 sampai 300 tidak bisa berlabuh.
Adanya ketidakperhatian atas pasar dari Pemerintah Kecamatan, Kota tidore kepulauan, dan Provinsi sehingga membuat pasar yang telah dibangun sejak tahun 2015 di Desa Wama Kecamatan Oba Selatan masih belum dapat di aktifkan karena kecenderungan masyarakat masih menunggu perhatian pemerintah dalam bentuk peresmian sehingga membuat banyak hasil-hasil pertanian dan perikanan terdistribusi keluar dari desa wama akibatnya siklus ekonomi lebih banyak berada di kecamatan tetangga.
Masalah umum dalam aspek pendidikan adalah kekurangan bangunan sekolah dalam hal ini adalah Aliyah sehingga membuat dewan guru setempat berinisiatif dalam menggunakan madrasah tsanawiah sebagai lokasi belajar mengajar untuk siswa Aliyah dan MTS.
Sebagai lembaga mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair Ternate dengan ini secara tegas menyatakan sikap secara institusi, sebagai berikut :
1.Pemberian aset kekuasaan pasar wama kepada pemerintah kota tidore kepulauan dalam hal ini Dinas Terkait agar lebih berperan aktif dalam menjadikan pasar wama sebagai sentral transaksi ekonomi di kecamatan oba selatan kota tidore kepulauan. 
2.Mendesak Gubernur Maluku Utara agar secepatnya berperan aktif untuk mempercepat pengadaan jaringan informasi dan komunikasi (TOWER) di desa wama kecamatan oba selatan kota tidore kepulauan.
3.Mendesak Gubernur Maluku Utara untuk segera realisasikan Jalan Lintas Kecamatan Oba Selatan yang telah di janjikan 10 tahun silam.
4.Mendesak Gubernur Maluku Utara untuk segera menyediakan jembatan penghubung masyarakat wama untuk melakukan perdagangan yang layak.
5.Mendesak Gubernur dan pemerintah kota tidore kepulauan dalam hal ini Dinas Terkait agar secepatnya mengadakan penambahan bangunan sekolah Aliyah, untuk mempermudah kegiatan belajar mengajar.
Demikianlah petisi ini kami buat dengan segenap keresahan dan harapan kami terhadap nasib masyarakat Oba Selatan Khususnya desa wama. Petisi ini akan di serahkan langsung kepada bapak Gubernur Maluku Utara dan Walikota Tidore Kepulauan.

  • Dzulkifli Kalla Halang Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Khairun PERIODE 2017/2018


Hari ini: Dzulkifli Kalla mengandalkanmu

Dzulkifli Kalla Halang membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Gubernur Maluku Utara : UNTUKMU GUBERNUR MALUKU UTARA, KAMI BUTUH REALISASI BUKAN JANJI POLITIK". Bergabunglah dengan Dzulkifli Kalla dan 139 pendukung lainnya hari ini.