Jadikan Dana APBD untuk GTT dan PTT SMAN/ SMKN Jawa Timur Sebagai TAMSIL

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Mulai tahun 2018 Gubernur Jawa Timur (Bapak Soekarwo) memberikan bantuan kesejahteraan kepada para Pegawai Honor Sekolah di satuan pendidikan tingkat SMAN/SMKN baik GTT ( Guru Tidak Tetap) maupun PTT (Pegawai Tidak Tetap) sebesar Rp. 750.000/ bulan diterimakan 14x dalam 1 tahun, hanya saja pada tahun 2018 bantuan tersebut dipergunakan sebagai peringan beban sekolah dalam memberikan honor kepada pegawai honorer sekolah, jadi jika pegawai  dari sekolah sebelumnya menerima gaji Rp. 850.000, karena sudah mendapat dana kesejahteraan senilai Rp. 750.000 maka sekolah hanya membayarkan honor ke pegawai senilai Rp. 850.000 - Rp. 750.000 = Rp. 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) saja yng diterima pegawai per bulan dari sekolah. INI BANTUAN KESEJAHTERAAN ATAU KESENGSARAAN??? yang menyedihkan adalah dana dari Provinsi diterimakan 2-3 bulan sekali. Mari kita bayangkan Rp. 100.000 untuk bertahan hidup selama -+ 2 bulan. Anda Mampu? Selama 2018 teman-teman masih mampu menahan rasa sakit dan pedih sambil terus berharap Kesejahteraan akan berpihak. Itu tahun lalu, biarlah berlalu. TAHUN 2019, Ibu Khofifah, Gubernur Terpilih Jawa Timur telah mengalokasikan dana APBD Murni untuk kesejahteraan GTT dan PTT, tapi fakta dilapangan sangat menyedihkan, kebijakan lama masih terus berlaku, Dana yang kami harapkan sebagai TAMBAHAN PENGHASILAN tak bisa kami rasakan, sekolah di tempat kami masih diberlakukan kebijakan lama, dana tersebut sebagai pengganti honor dari sekolah, Apakah di sekolah saudara/i juga demikian? Memang tidak semua kabupaten / kota melaksanakan kebijakan ini, ada kabupaten dan kota yang memberikan bantuan dana ini utuh sebagai TAMBAHAN PENGHASILAN. Wahai para pimpinan, tolong dengarkan jeritan hati kami, mengabdi memang perlu untuk bekal akhirat, tapi bekerja juga penting untuk kebutuhan hidup. kami punya keluarga.

Wahai teman-teman GTT dan PTT yang berharap kesejahteraan, mari tanda tangani petisi ini agar Para Pimpinan mendengar jerit dan rintihan kita semua.