Tolak Revisi Perda Kabupaten Demak Nomor 6 Tahun 2011 Tentang RTRW Kab. Demak 2011-2031

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Revisi Perda Kabupaten Demak Nomor 6 Tahun 2011 Tentang RTRW akan memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Poin yang menjadi sorotan utama dari revisi perda ini terletak pada Pasal 64. Pasal ini berisi pengaturan kawasan peruntukan industri yang sebelumnya seluas 1. 800 Ha menjadi lebih dari 6.686 Ha. Sejauh ini perkembangan industri di Kabupaten Demak, khususnya di wilayah Karang Tengah dan Sayung telah berdampak negatif terhadap lingkungan. Polusi dan eksploitasi air tanah besar-besaran telah mengakibatkan penurunan tanah dan berimbas pada salinitas air di wilayah pemukiman warga. Keberadaan industri pun memperburuk kondisi di wilayah Sayung yang sebagian besar telah tenggelam akibat banjir rob. Bahkan telah ada beberapa dukuh yang harus direlokasi karena telah tenggelam menjadi lautan. Bagaimana dengan sikap pabrik-pabrik di wilayah ini? Diam. Tak pernah ada upaya pencegahan bahkan tak ada dana yang disalurkan sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan melalui program CSR. 

Revisi perda ini akan mendorong perluasan industri dan memperbanyak pendirian pabrik yang sekaligus menambah beban lingkungan. Ketiadaan regulasi yang mengatur operasional dan penggunaan air tanah di sektor industri di Kabupaten Demak menjadi ancaman lain bagi keselamatan lingkungan dan wilayah. Jika revisi perda ini disahkan, maka warga dan lingkungan yang menanggung akibatnya. 

Mari tolak revisi perda ini untuk keselamatan alam dan kesejahteraan masyarakat. 



Hari ini: Mahasiswa Demak Nusantara mengandalkanmu

Mahasiswa Demak Nusantara membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Gubernur Jawa Tengah : Tolak Revisi Perda Kabupaten Demak Nomor 6 Tahun 2011 Tentang RTRW Kab. Demak 2011-2031". Bergabunglah dengan Mahasiswa Demak Nusantara dan 121 pendukung lainnya hari ini.