Tindak Tegas Pabrik Batubara yang Mencemari Tempat Tinggal Suku Anak Dalam (SAD)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Malam ini saya dapat kabar yang bikin kaget. Sebuah kabar duka datang dari salah satu warga Suku Anak Dalam (SAD) yang sudah saya bina sejak beberapa bulan lalu,  bahkan sudah saya anggap seperti keluarga sendiri.

Pak Mena, temenggung SAD kelompok itu bilang ke saya, kalau salah satu kerabatnya, pak Mul meninggal karena komplikasi berbagai penyakit. Yang lebih parah, hatinya penuh timbal! Padahal mereka selalu hidup berdampingan dengan alam. Lalu dari mana asalnya timbal di hati Pak Mul?

Belakangan baru saya tau, ternyata tak jauh dari pemukiman tempat tinggal mereka saat ini dijadikan sebagai kawasan tambang batu bara. Pak Mena bilang, sejak saat tambang batu bara itu beroperasi hasil hutan mereka menurun, sungai yang menjadi sumber air juga tercemar. Sejak saat itu, kelompoknya sering sakit-sakitan. Pak Mena sudah sering menuntut tanggung jawab kepada pihak PT Universal Support, yang membuka tambang itu. Tapi gak pernah ada jawaban.

Hingga akhirnya tambang batubara yang memiliki luas keseluruhan 300 hektar dan menghasilkan rata-rata 500 truk batu bara setiap harinya memakan korban. Yaitu Pak Mul, keluarga baru saya, warga SAD Jambi.

Saya tak bisa tinggal diam. Kabar duka ini harus sampai di telinga Gubernur Jambi, Fachrori Umar sebagai penanggung jawab di daerah itu untuk menindak tegas permasalahan ini agar pabrik tambang batu bara PT Universal Support ditutup.

Kalau kamu peduli dengan kelompok SAD Jambi, dukung petisi ini. Supaya tak timbul korban-korban lain seperti Pak Mul.